Walkot Minta Admin Medsos OPD di Kota Mojokerto Bantu Tangkal Hoax

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 23:25 WIB
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto meminta operator website dan media sosial OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto harus piawai dalam mengelola media sosial dan sekaligus menangkal berita hoax yang tidak sesuai dengan kebenarannya. Hal ini mengingat sebagian besar masyarakat dalam mengakses informasi melalui media sosial belum mengetahui benar atau salah.

"Bukan hanya piawai dalam mengelola media social, operator OPD juga harus mampu mengonter berita hoax yang tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya," ungkap Ning Ita, sapaannya, dalam keterangan tertulis, Selasa (31/11/2021).

Dalam agenda Bakohumas di Aula Bappeda Litbang, Senin (29/11), Ning Ita mengatakan untuk dapat meng-counter berita hoax, tentu seorang operator harus memahami semua kegiatan dan program-program serta kebijakan yang ada di Pemerintah Kota Mojokerto.

Untuk ini, ia berharap dengan adanya Bakohumas yang menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya guna mentransfer knowledge dalam rangka peningkatan pemahaman operator website dan medsos seluruh OPD.

Selanjutnya dapat meningkatkan peran dalam mendukung kegiatan pemerintah kota Mojokerto guna memberikan informasi lebih awal dan sekaligus menangkal berita-berita hoax yang sudah disebarkan ke publik. Sebab keberadaan operator sangat vital untuk mendukung hal tersebut.

"Masyarakat kita ajari cerdas, jangan sampai masyarakat salah dalam memilih berita atau informasi. Operator harus mampu mencari sumber informasi yang resmi dalam akun yang resmi yang sudah centang biru, sebagai sumber yang resmi dan terintegrasi," ujarnya.

"Untuk ini saya mengharapkan agar kegiatan ini dapat ditindak lanjuti, agar ilmu yang diterima dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari," pungkasnya.

Sebagai inforasi, acara ini turut mengundang berbagai narasumber, antara lain Ulil Ni'am Yusron, pegiat Media Sosial sekaligus pendiri Aviyasa Consulting, perusahaan jasa yang bergerak di bidang management intelligence dan assesment resiko, jasa riset kebijakan, manajemen hubungan pemerintah, media dan publik, dan Affrizal Zakaria dari Diskominfo Provinsi Jawa Timur

(ncm/ega)