KPK Terima 7.709 Laporan Gratifikasi Senilai Rp 171 M Sejak 2015

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:54 WIB
Nurul Ghufron
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Farih/detikcom)
Jakarta -

KPK menerima laporan gratifikasi sebanyak 7.709 laporan senilai Rp 171 miliar. Laporan itu terhitung sejak Januari 2015 hingga September 2021.

"Ini yang perlu kami sampaikan statistik laporan gratifikasi yang apa yang masuk itu ada 7.709 yang kemudian kami tetapkan menjadi milik negara itu 6.310. Sementara nilainya kalau diuangkan ada Rp 171 miliar," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam webinar 'Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi' di YouTube KPK, Selasa (30/11/2021).

Ghufron mengatakan gratifikasi bukan akhir dari upaya KPK dalam menerima suatu laporan. Menurutnya, kebanyakan laporan itu merupakan gratifikasi dalam skala kecil.

"Sekali lagi gratifikasi bukan berarti akhir atau final, gratifikasi hanya cara bagi kita agar layanan publik bisa objektif, bisa adil, tidak berarti kemudian semakin banyak laporan gratifikasi tidak berarti kemudian bebas korupsi, banyak kali gratifikasinya sudah banyak dilaporkan tetapi yang dilaporkan yang kecil-kecil, ternyata yang besar tidak dilaporkan," ujarnya.

"Ini juga menjadi fenomena dan mudah-mudahan sekali lagi gratifikasi harus menjadi kesadaran bahwa setiap penyelenggara negara harus bebas menerima sesuatu dalam memberikan layanan publiknya," sambungnya.

Lebih lanjut, Ghufron mengatakan KPK berharap pejabat menghindari setiap gratifikasi. Dia menyebut gratifikasi tentunya merupakan jembatan menuju korupsi.

"Sehingga diharapkan tidak ada deal-deal untuk melaksanakan atau melanggar kewajiban ataupun melakukan sesuatu yang ataupun tidak melanggar kewajibannya itu perlu dihindari, karena banyak sekali kadang berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang melanggar itu gara-gara korupsi," imbuhnya.

(azh/fas)