Bagian Pagar Kejut Dicuri, 18 Rumah Warga Aceh Rusak Diamuk Gajah

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 10:11 WIB
Kawanan gajah liar merusak 18 rumah warga di Bener Meriah, Aceh. Gajah masuk ke daerah tersebut lewat celah pagar kejut yang telah dicuri. (dok BPBA)
Kawanan gajah liar merusak 18 rumah warga di Bener Meriah, Aceh. (Dok. BPBA)
Banda Aceh -

Kawanan gajah liar masuk ke perkebunan dan merusak 18 rumah warga di Bener Meriah, Aceh. Gajah masuk ke daerah tersebut lewat celah pagar kejut yang telah dicuri.

"Rumah warga yang rusak 16 unit di Desa Negeri Antara dan dua unit di Desa Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Beberapa rumah warga tampak hancur sehingga tidak dapat ditempati. Rumah tersebut sebagian terletak di kawasan perkebunan.

Menurut Ilyas, pihak BPBD Bener Meriah mendapat laporan adanya rumah dirusak gajah tersebut, Senin (29/11) kemarin. Selain merusak rumah, gajah merusak perkebunan masyarakat.

"Kita masih mendata jumlah warga yang mengungsi. Kawanan gajah masih berkeliaran di sekitar lokasi," ujar Ilyas.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA) Agus Arianto mengatakan 18 rumah tersebut dirusak gajah dalam waktu sekitar seminggu terakhir. BKSDA bersama pihak terkait sudah mencoba melakukan penggiringan sejak beberapa pekan terakhir.

Kawanan gajah liar merusak 18 rumah warga di Bener Meriah, Aceh. Gajah masuk ke daerah tersebut lewat celah pagar kejut yang telah dicuri. (dok BPBA)Gajah masuk ke daerah tersebut lewat celah pagar kejut yang telah dicuri. (Dok. BPBA)

"Gajah itu masuk ke kawasan tersebut lewat fencing yang sedang kita perbaiki. Jadi ada kawat kejut dirusak oknum tidak bertanggung jawab. Fencing (pagar) dicuri," kata Agus saat dimintai konfirmasi terpisah.

Agus mengatakan pihaknya masih mencoba menggiring gajah menjauh dari lokasi tersebut. Menurut dia, kawanan gajah di sana berjumlah 50 ekor.

"Tapi terpecah dua kelompok. Yang di lokasi tersebut sekitar 25 ekor," ujar Agus.

"Di sana memang sering terjadi konflik. Makanya sekarang dari berbagai sisi kita pasang fencing di celah mana bolong kita pasang," lanjut Agus.

(agse/jbr)