Polisi Selidiki Kasus Diksar Maut Tewaskan 2 Mahasiswi IAIN Parepare

Hasrul Nawir - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 08:21 WIB
Evakuasi kegiatan diksar maut di Parepare Sulsel
Foto: Hasrul Nawir/detikcom
Parepare -

Polisi menyelidiki ada-tidaknya unsur pidana dalam pelaksana Diksar Korps Sukarela (KSR) yang digelar dalam rangkaian Mapaba IAIN Parepare di kawasan Sungai Lacelleng, Parepare, Sulawesi Selatan. Kegiatan Diksar itu menyebabkan dua mahasiswi tewas.

"Tetap kita harus selidiki, tadi sudah ada kita periksa saksi-saksi," ujar Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah, Senin (29/11/2021).

Korban dalam kejadian ini adalah Nuryangka (18) dan Asmira (20). Keduanya merupakan mahasiswi Fakultas Pendidikan Islam Usia dini IAIN Parepare. Welly mengatakan kasus tersebut bisa naik ke tahap penyidikan.

"Kalau dalam perjalanannya, cukup bukti, bisa kita naikkan ke penyidikan," paparnya.

Diketahui, Diksar KSR digelar di daratan di tengah aliran sungai Lacelleng dan diikuti oleh 31 orang peserta dan panitia. Namun nahas, saat kegiatan berlangsung, hujan dengan intensitas tinggi terjadi lokasi.

Sekitar pukul 17.30, tiba-tiba air bah datang dan membuat peserta terjebak. Beberapa peserta berhasil menyelamatkan diri ke pinggir sungai, sementara sebagian berpegangan pada batang kayu di tengah sungai.

"Pada kondisi normal, lokasi tempat mereka menggelar Diksar sebagai daratan. Namun, ketika debit air meningkat, daratan itu menjadi aliran sungai, mereka terjebak," ujar Welly.

IAIN Parepare Tanggung Jawab

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengatakan bertanggung jawab atas tewasnya dua mahasiswi Fakultas Pendidikan Islam Usia Dini, Nuryangka (18) dan Asmira (20). IAIN Parepare pun memberikan penjelasan soal air bah yang tiba-tiba menerjang kedua korban dan membuat hanyut hingga meninggal dunia.

"Tanggung jawab, secara (institusi) kami bertanggung jawab," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Parepare Muhammad Saleh dalam konferensi pers di kampus IAIN Parepare, Senin (29/11).

Saleh, mewakili IAIN Parepare, menyampaikan rasa dukacita. Saleh menyebut tewasnya kedua korban bukan saat rangkaian agenda Pendidikan Dasar Korps Sukarela (Diksar KSR). Untuk diketahui, diksar dilakukan di aliran Sungai Lacelleng, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

"Kita telah menyampaikan belasungkawa dan uang duka kepada keluarga korban. Mereka menerima musibah ini, kita melakukan pendekatan persuasif. Kami sampaikan musibah ini bukan dari agenda kegiatan yang dilakukan, misalnya menyusuri sungai," terangnya.

"Betul-betul sudah akan meninggalkan area itu, kemudian datang air mereka tidak bisa menghadapi itu," imbuh Saleh.

Simak video 'Diksar Maut di Parepare, 2 Mahasiswi Tewas Terseret Arus Sungai':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)