Belum Terang Duduk Perkara Perang Mahasiswa di Makassar

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 20:14 WIB
Garis polisi (police line) dilarang melintas
Ilustrasi garis polisi. (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Suasana di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat mencekam. Aksi saling serang terjadi dan diduga melibatkan mahasiswa.

Belum terang penyebab terjadinya perang mahasiswa ini. Setidaknya dua orang terluka akibat konflik ini.

Polisi mengusut dugaan pelanggaran pidana dalam kasus saling serang ini. Di sisi lain, polisi melibatkan tokoh adat agar kasus tidak larut membawa kesumat.

Diketahui, penyerangan telah terjadi di sekretariat Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL) di Kota Makassar pada Jumat (26/11). Kemudian aksi itu dibalas penyerangan asrama mahasiswa Bone pada Minggu (28/11).

Tokoh Adat dari Luwu dan Bone Dipertemukan

Tokoh masyarakat dari tanah Luwu dan Kabupaten Bone buntut aksi saling serang tersebut. Pertemuan dihadiri oleh Ketua Kerukunan Luwu Buhari Kahar Muzakkar dan Ketua Kerukunan Warga Bone Sharil Wijaya serta disaksikan oleh Danramil 1408-08 Kecamatan Makassar, Mayor Inf Hatta.

"Sudah dilakukan pertemuan antara tokoh Luwu dan Tokoh Bone yang berada di Makassar," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11).

Witnu mengatakan kedua tokoh sepakat bahwa aksi penyerangan ini tidak boleh terus berlanjut dan meminta mahasiswa dari 2 daerah itu fokus belajar di Makassar ketimbang melakukan aksi saling serang.

"Tokoh Luwu dan Tokoh Bone akan mengimbau adik-adik yang berstudi di Makassar agar kejadian ini tidak berlarut-larut. Lalu akan diadakan pertemuan lanjutan yang melibatkan mahasiswa Luwu dan Bone, di mana waktu dan lokasinya akan ditentukan kemudian," terangnya.

Simak juga 'Antisipasi Perang Antar Kelompok, Walkot Makassar Pasang CCTV':

[Gambas:Video 20detik]