Bibit Siklon 94W Muncul di Laut Selatan Kamboja, Ini Dampaknya ke RI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 19:42 WIB
Jakarta -

Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BMKG memantau pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 94W di sekitar Laut China Selatan sebelah selatan Kamboja. Bagaimana kondisi Bibit Siklon Tropis 94W saat ini?

"Sistem Bibit Siklon Tropis 94W bergerak ke arah barat dan menjauhi wilayah Indonesia, dan dalam 24 jam ke depan masih berada pada kategori rendah untuk menjadi sistem Siklon Tropis," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, Senin (29/11/2021).

Dia mengatakan Bibit Siklon dapat dikatakan meningkat menjadi Siklon Tropis apabila kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot (65 km/jam).

Berdasarkan analisis terbaru pada hari ini, angin maksimum di sekitar Bibit Siklon Tropis 94W mencapai 15 knot (27,78 km/jam) dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya mencapai 1.008 mb.

Saat ini Bibit Siklon Tropis 94W terpantau berada di koordinat 7,1 derajat Lintang Utara dan 104,5 derajat Bujur Timur.

Keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari wilayah Vietnam bagian selatan hingga Teluk Thailand.

Bibit siklon ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Sistem ini juga memicu pola anomali kecepatan angin di lapisan bawah atmosfer (low level jet) hingga mencapai lebih dari 25 knot di sekitar wilayah Teluk Thailand.

Bagaimana Dampak ke Wilayah RI?

Dia mengatakan dalam 24 jam ke depan Bibit Siklon Tropis 94W ini dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia sebagai berikut:

1. Potensi hujan intensitas sedang-lebat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
2. Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (Moderate): di Perairan Kep. Anambas, dan Natuna
3. Tinggi gelombang 2,5-4,0 meter (Rough Sea): di Laut Natuna Utara

"BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan Siklon Tropis dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya," kata Guswanto.

Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau untuk:

1. Menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.
2. Menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya.
3. Mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor dan banjir bandang terutama di daerah yang rentan.

Masyarakat juga dapat memperoleh informasi terkini dengan mengakses situs BMKG di sini, akun Twitter BMKG di sini, dan mengunduh aplikasi Info BMKG di penyedia aplikasi ponsel pintar.

(jbr/aud)