Tuntut Kenaikan Upah, Buruh Baca Puisi 'Peringatan' Wiji Thukul

Wildan Noviansyah - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 18:01 WIB
Buruh baca puisi Wiji Thukul saat demo di Patung Kuda, Jakpus
Buruh baca puisi Wiji Thukul saat demo di Patung Kuda, Jakpus. (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi menuntut kenaikan upah di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Di sela-sela aksinya, massa buruh membacakan puisi Wiji Thukul.

Perwakilan massa aksi dari dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Upi Rahma, membacakan puisi dengan judul 'Tolong'. Dia mengatakan puisi tersebut sangat cocok dengan kondisi para buruh saat ini.

"Sebagai bentuk apresiasi untuk perjuangan buruh. Puisi ini juga cocok untuk keadaan saat ini," kata Upi di lokasi, Senin (29/11/2021).

"Tolong, tolong para buruh, tolonglah aku. Upah ingin bebas dari kutukan. Upah mau menjawab semua kebutuhan. Dengan gandeng tangan kalian. Dalam derap barisan kalian," ucap Upi saat membacakan puisi.

Tak hanya bacakan puisi 'Tolong', perwakilan massa aksi lainnya juga membacakan puisi 'Peringatan' karya Wiji Thukul.

"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang. Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan. Dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!" ucap massa aksi lainnya saat membacakan puisi karya Wiji Thukul itu.


Perwakilan Serikat Buruh Temui KSP

Setelah melakukan unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, perwakilan Gebrak diundang untuk audiensi. Juru bicara Gebrak, Nining Elitos, mengatakan pihaknya diundang KSP.

"Kita bakal audiensi diundang oleh KSP," kata Nining.

Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, perwakilan serikat buruh memasuki kawasan istana pada pukul 16.21 WIB. Nining mengatakan, pihaknya akan menyampaikan beberapa poin yang menjadi tuntutan massa aksi, salah satunya terkait UU Cipta Kerja dan juga upah.

"Di mana tuntutan kita masih seputar persoalan omnibus law dan upah," kata dia

"Kita menuntut kepada pemerintah agar hari ini bertemu dengan kita, kita menyampaikan tuntutan kita, dan supaya mendapat respon positif hari ini dari presiden," tambahnya.

(lir/lir)