Kapolda Sulsel Minta Penyerang Asrama Mahasiswa di Makassar Menyerah!

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 17:45 WIB
Indonesia Police Watch (IPW) mengembuskan peta bursa calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang bakal pensiun 6 bulan lagi. Siapa saja yang masuk bursa?
Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudana (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Kapolda Sulsel Irjen Nana Sudjana menegaskan kasus penyerangan asrama mahasiswa di Makassar akan diusut tuntas. Saat ini sudah ada 10 saksi yang diperiksa dan telah menemui titik terang tentang aktor utama penyerangan ini.

"Kami akan melakukan penegakan hukum terkait masalah kasus ini. Sampai saat ini memang kami baru ada 10 orang saksi yang sudah kami mintai keterangan," kata Nana kepada wartawan di Makassar, Senin (29/11/2021).

"Kami sudah mendapatkan data arah kepada pelaku tapi belum bisa saya sampaikan saat ini. Jadi kami dalam hal ini serius untuk menangani kasus ini. Apalagi sampai terjadi korban di mana tangannya buntung. Kemudian penyerangan, pembakaran di asrama tersebut dalam hal ini kami akan serius menangani kasus tersebut," lanjut Nana.

Dia berharap pelaku penyerangan asrama mahasiswa di Makassar bisa menyerahkan diri. Dia berjanji akan mengusut kasus ini dengan serius.

"Jadi kami harapkan agar para pelaku segera menyerahkan diri kepada kami. Ini saksi-saksi yang sedang kami periksa dari kedua belah pihak," sebut dia.

Nana meminta masyarakat tetap tenang usai penyerangan ini. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah membentuk tim pengamanan. Dia juga telah meminta para tokoh dari kedua pihak bisa menenangkan warganya.

"Kemudian tadi dari kepala daerah masing-masing wilayah, ketua kerukunan akan bekerja bersama untuk merangkul keluarganya yang ada di Makassar supaya untuk menjamin bahwa masalah ini tidak akan berkembang. Cukup diselesaikan dan kita akan upayakan adanya deklarasi damai antara kedua belah pihak," ucap Nana.

Penyerangan Asrama Mahasiswa Sebabkan Tangan 1 Korban Putus

Selain insiden di kampus UIM, penyerangan menimpa dua asrama mahasiswa di Jalan Sungai Limboto, Makassar, Minggu (28/11) dini hari, yakni masing-masing pukul 02.00 Wita dan pukul 05.00 Wita.

Dua asrama ini diketahui dimiliki oleh dua organda berbeda serta lokasinya pun hanya berbeda lorong. Dalam dua insiden itu, satu korban dilaporkan mengalami putus tangan.

Lando mengatakan polisi masih menyelidiki apakah penyerangan Sekretariat Mahasiswa di Kampus UIM dan penyerangan 2 asrama di Jalan Sungai Limboto tersebut saling berkaitan atau tidak.

"Kita belum bisa memastikan apakah itu terkait atau tidak, ini masih lidik. Tapi sudah ada pertemuan Kapolrestabes Makassar dengan perwakilan dari dua daerah, untuk mengkondusifkan situasi," kata Lando.

"Karena begini, ini belum kita pastikan bahwa memang ada keterkaitan. Belum ada pelaku ditangkap kan, kalau sudah ada baru kita interogasi motifnya apakah dua penyerangan itu ada korelasinya atau bagaimana," pungkas Lando.

Simak juga 'Terekam CCTV, Aksi Pelemparan Molotov ke Permukiman Warga di Makassar!':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/knv)