Buruh Tuntut Jokowi Buat Kepres Standar Upah Layak, Singgung UU Ciptaker

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 16:52 WIB
Massa Gerakan Aksi Bersama Rakyat (Gebrak) demonstrasi soal upah layak. Mereka menuntut Jokowi membuat kepres soal standar upah layak. (Wildan Noviansah/detikcom)
Massa Gerakan Aksi Bersama Rakyat (Gebrak) demonstrasi soal upah layak. Mereka menuntut Jokowi membuat kepres soal standar upah layak. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Massa buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Bersama Rakyat (Gebrak) berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Massa menyampaikan aspirasi soal upah layak.

"Standar upah layak itu paling tidak ada 6 kriteria. Bagaimana buruh bisa memenuhi persoalan pangannnya, buruh bisa memenuhi persoalan sandang, buruh bisa memenuhi persoalan papan, buruh bisa memenuhi persoalan pendidikan, kesehatan, dan sosialnya," kata salah satu juru bicara Gebrak dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos, Senin (29/11/2021).

Nining menilai pemerintah tidak memperhatikan hal tersebut. Menurutnya, sikap pemerintah yang hanya melihat inflasi dalam penentuan upah dinilai kurang tepat.

"Karena selama ini, penentuan upah kalau mengikuti UU Cipta Kerja, justru hanya berdasarkan inflasi," kata dia

"Bayangkan di mana letak tanggung jawab negara untuk memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat, yang ada justru sebaliknya," tambahnya.

Massa Gerakan Aksi Bersama Rakyat (Gebrak) demonstrasi soal upah layak. Mereka menuntut Jokowi membuat kepres soal standar upah layak. (Wildan Noviansah/detikcom)Juru bicara Gebrak dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos (Wildan Noviansah/detikcom)

Menurutnya, aturan penentuan upah layak jika hanya didasarkan inflasi tidak memberikan perlindungan dan juga peningkatan kesejahteraan para buruh.

"Praktiknya hari ini justru jauh dari perlindungan dan peningkatan kesejahteraan. Yang ada adalah bagaimana kemiskinan masyarakat semakin tersistematis," ujarnya.

Nining menyatakan massa Gebrak mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengeluarkan keputusan presiden (kepres) tentang standar upah layak.

"Konstitusi kita menyampaikan bagaimana kebutuhan hidup layak, bukan kemudian hidup minimum. Kita mendesak kepada presiden agar membuat satu keputusan presiden tentang upah layak yang berlaku dari Sabang sampai Merauke," ucapnya.

Untuk diketahui, massa Gebrak aksi unjuk rasa yang dilakukan di Patung Kuda, Jakarta Pusat hari ini merupakan gabungan dari berbagai serikat, yakni KASBI, KPBI, SGBN, LMN-DN, KPA, LBHJak, Sindikasi, Sempro, dan KPR.

Simak video 'Imbas Demo Buruh, Jalan di Sekitar Monas Ditutup':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)