Presiden Afsel Minta RI Cabut Larangan Masuk, Kemenkes: Cegah Kasus Impor

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 14:05 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi COVID-19 (Getty Images/loops7)
Jakarta -

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengecam negara-negara yang memberlakukan kebijakan larangan perjalanan yang diterapkan terhadap negaranya terkait varian baru virus Corona Omicron. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pemerintah menerapkan kebijakan larangan masuk tersebut karena telah mempertimbangkan untuk mencegah penularan kasus baru dari kasus impor.

"Tentunya nanti akan dibahas bersama dan menjadi masukan tetapi pada saat pemerintah memutuskan hal tersebut berdasarkan situasi yang ada dan untuk mencegah adanya import cases," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Senin (29/11/2021).

Selain itu, Nadia menjelaskan penerapan kebijakan larangan masuk bagi orang asing yang mempunyai riwayat perjalanan mengunjungi Afrika Selatan dan negara sekitarnya telah berdasarkan kajian dari ahli epidemiolog. Nadia menegaskan kebijakan itu akan kembali dievaluasi.

"Kebijakan ini juga sudah dikonsulkan kepada pada ahli epidemiologi dan akan dievaluasi 14 hari ke depan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Afrika Selatan mengecam larangan perjalanan yang diterapkan terhadap negaranya dan negara-negara tetangganya terkait varian baru virus Corona Omicron.

Cyril Ramaphosa mengatakan 'sangat kecewa' atas tindakan tersebut, yang dia sebut tidak bisa dibenarkan. Karena itu, dia meminta supaya larangan segera dicabut.

Indonesia, Inggris, AS, dan Uni Eropa, termasuk negara-negara yang telah melarang perjalanan dari negara-negara Afrika bagian selatan karena varian baru ini.

Dalam pidatonya pada Minggu (28/11), Ramaphosa mengatakan tidak ada dasar ilmiah untuk melarang perjalanan, dan bahwa Afrika Selatan adalah korban diskriminasi.

Ia juga berargumen bahwa larangan perjalanan tidak akan efektif dalam mencegah penyebaran varian baru ini.

"Satu-satunya efek larangan perjalanan ialah semakin mencederai ekonomi negara-negara terdampak dan mengurangi kemampuan mereka untuk merespons, dan memulihkan diri dari, pandemi," ujarnya.

Ia meminta negara-negara yang sudah melarang perjalanan untuk "segera membatalkan keputusan mereka sebelum ada kerugian yang lebih besar pada ekonomi kami."


WHO Kritik Larangan Masuk untuk Negara Afrika

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong negara-negara di dunia untuk tidak memberlakukan larangan perjalanan bagi negara-negara Afrika di tengah kekhawatiran penyebaran virus Corona (COVID-19) varian Omicron. WHO mendesak negara-negara mematuhi sains daripada memberlakukan larangan terbang.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Senin (29/11/2021), kritikan itu dilontarkan oleh Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, dalam pernyataan pada Minggu (28/11) waktu setempat.

"Dengan varian Omicron sekarang terdeteksi di beberapa wilayah di dunia, memberlakukan larangan perjalanan yang menargetkan Afrika telah menyerang solidaritas global," sebut Moeti dalam pernyataannya.

"Pembatasan perjalanan mungkin memainkan peran dalam sedikit mengurangi penyebaran COVID-19 tetapi memberi beban berat pada kehidupan dan mata pencaharian," imbuhnya.

"Jika pembatasan diterapkan, mereka tidak boleh bersifat invasif atau mengganggu, dan harus berbasis ilmiah, menurut Regulasi Kesehatan Internasional, yang merupakan instrumen hukum internasional yang mengikat secara hukum yang diakui oleh lebih dari 190 negara," tegas Moeti.

Simak video 'Gerak Pemerintah Halau Masuknya Varian Omicron ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/tor)