Anggota Kopassus-Brimob Bentrok Gegara Rokok di Papua Diproses Disiplin

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 12:26 WIB
Anggota Kopassus dan Brimob yang terlibat bentrok gegara rokok di Papua berdamai (Dok. Polda Papua)
Anggota Kopassus dan Brimob yang terlibat bentrok karena urusan rokok di Papua berdamai (Dok. Polda Papua)
Jakarta -

TNI ataupun Polri memproses anggota Satgas Nanggala Kopassus dan Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua, yang terlibat bentrok karena urusan rokok. Mereka diproses disiplin oleh tiap satuannya.

"Tindakan disiplin terhadap mereka yang terlibat perkelahian akan tetap dilakukan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dimintai konfirmasi, Senin (29/11/2021).

Kamal menjelaskan pimpinan masing-masing satuan sudah bertemu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kamal mengklaim masalah sudah selesai.

"Pimpinan masing-masing setelah menerima laporan, langsung berkoordinasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Saat ini permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai," tuturnya.

Adapun peristiwa bentrokan antara personel Kopassus dan Brimob itu terjadi pada Sabtu (27/11). Saat ini, kondisi di lokasi bentrok, yakni Ridge Camp Pos RCTU Mile 72, Mimika, Papua, sudah kondusif.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan permasalahan di antara kedua belah pihak telah diselesaikan secara internal. Fakhiri mengatakan anggota yang terlibat dalam perkelahian sudah berdamai.

"Betul ada kejadian tersebut dan sudah diselesaikan internal. Sudah berdamai atas persoalan tersebut," ucap Fakhiri saat dimintai konfirmasi terpisah.

Sebelumnya, personel TNI dari Satgas Nanggala Kopassus terlibat bentrokan dengan personel Polri yang tergabung dalam Satgas Amole (Brimob) di Kabupaten Mimika, Papua, dipicu kesalahpahaman mengenai urusan rokok. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara soal kasus ini.

"Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika kepada CNNIndonesia, Senin (29/11).

Andika menyatakan semua prajurit TNI yang terlibat dalam bentrokan tersebut akan diproses hukum. TNI juga sudah berkoordinasi dengan Polri dalam penanganan kasus ini.

"Sudah lakukan koordinasi dengan Polri untuk lakukan proses terhadap oknum anggota Polri yang terlibat," ucapnya.

Simak juga video 'KSAD Jenderal Dudung: Kesejahteraan Prajurit Papua Jadi Prioritas Utama':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/idh)