Pemuda Pancasila Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang Tuntut Junimart Dipecat

Khairul Ma'arif - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 11:53 WIB
Pemuda Pancasila Demo di DPRD Kabupaten Tangerang Tuntut Maaf Junimart (Foto: Khairul/detikcom)
Pemuda Pancasila Demo di DPRD Kabupaten Tangerang Tuntut Maaf Junimart (Khairul/detikcom)
Tangerang -

Ratusan anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) berdemonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Tangerang. Mereka masih menuntut permintaan maaf secara terbuka dari politikus PDIP Junimart Girsang.

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (29/11/2021), massa Pemuda Pancasila lebih dulu berkumpul di Perumahan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Mereka kemudian bertolak menuju ke Kantor DPRD sekitar pukul 10.30 WIB.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang PP Kabupaten Tangerang, Zulkarnaen, mengatakan demo ini menuntut Junimart Girsang meminta maaf secara terbuka di media massa. Selain itu, dia meminta anggota DPR RI ini diberi sanksi oleh partainya.

"Maksud tujuan kita, satu. Saudara anggota Dewan dari PDIP saudara Girsang untuk meminta maaf secara terbuka, live, konferensi pers. Yang kedua, kepada para petinggi partai PDIP untuk memberikan sanksi pemecatan terhadap saudara Junimart Girsang sebagai anggota DPR RI, karena telah menyakiti perasaan kami, ormas Pemuda Pancasila," kata Zulkarnaen.

Zulkarnaen lantas memaparkan sejarah berdirinya Pemuda Pancasila. Dia pun meminta semua pihak berhati-hati dalam berucap terkait organisasinya.

"Bagi yang belum tau PP didirikan oleh empat petinggi, empat para jenderal. Pertama, Jenderal Gatot Subroto, Bung Tomo, Jenderal Abdul Haris Nasution, dan Jenderal Ahmad Yani. Jadi saudara-saudara sekalian, tolong dijaga ucapannya, jangan sakiti kami. Kami tidak pernah mengusik orang lain, tapi apabila kami terusik, maka marwah kami terpanggil, marwah Pemuda Pancasila," tambahnya.

Di tempat yang sama Kapolres Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro sudah menginstruksikan kepada Zulkarnaen agar anggotanya tidak ada yang membawa senjata tajam. Wahyu juga sudah menginstruksikan agar tidak ada senjata api dan bahan peledak dalam aksi demonstrasi hari ini.

"Semuanya harus mengikuti aturan hukum yang berlaku. Dan diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Dan apabila ditemukan, teman-teman PP yang masih melanggar instruksi dari Ketua PP akan ditindak tegas dan diberi sanksi pribadi masing-masing. Kita terbuka tertutup semuanya jumlahnya 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK)," ungkap Wahyu.

(mae/mae)