Pemerintah 'Pelototi' 19 Daerah yang Alami Lonjakan Kasus COVID

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 11:50 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pemerintah Indonesia menjalankan langkah antisipasi untuk mencegah gelombang ketiga COVID-19. Pemerintah memantau intensif beberapa daerah yang terindikasi mengalami kenaikan kasus COVID-19, meski lonjakannya tak signifikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan saat ini terdapat total 19 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda. Dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga mengalami kenaikan kasus positif dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut. Selanjutnya ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik.

Budi Gunadi menyatakan kendati persentase kenaikan kasus masih tergolong kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus.

"Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan," tegas Menkes dikutip dari situs resmi Kemenkes RI, Senin (29/11/2021).

Menurut Menkes, kenaikan ini salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi, serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M.

"Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah," tutur Budi Gunadi.

Merespon kondisi tersebut, ia meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M, dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar COVID-19.

(ega/ega)