Andre Rosiade Bantu Nenek Penjual Ikan & Pemuda Disabilitas di Padang

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 10:17 WIB
Andre Rosiade
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade mengirimkan bantuan untuk warga di daerah pemilihannya. Ia membantu warga sakit dan mendukung pemulihan ekonomi dengan memberikan modal pelaku UMKM.

Akhir pekan ini, Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang memberikan bantuan modal untuk Marliana (65) nenek penjual ikan keliling dan mengirimkan kursi roda untuk Wahyu Septianto (25) pemuda penyandang disabilitas di Kota Padang.

Andre Rosiade menyebutkan, pandemi COVID-19 membuat banyak usaha kecil terganggu, termasuk yang mengandalkan pemasukan harian. Sebab saat tidak berjualan, ekonomi keluarga langsung terdampak.

"Semoga sedikit modal dan sembako yang kami kirimkan berkenan bagi Nenek Eli, dan sehat selalu hendaknya. Kursi roda untuk adinda Wahyu," kata Andre Rosiade dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

Sementara itu, kedua orang yang dibantu oleh Andre mengucapkan terima kasih karena selalu peduli kepada masyarakat membutuhkan. Seperti Marliana yang tak lagi berkeliling untuk berjualan ikan segar kepada pelanggannya di kawasan Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Pasalnya, modal untuk membeli ikan di Pasar Gaung tak ada lagi karena terpakai untuk biaya hidup sehari-hari. Akibatnya, pemasukan harian nenek yang tinggal bersama seorang cucunya ini terganggu dan mengkhawatirkan.

Hal itu sampai ke telinga tetangganya yang mencoba memberikan informasi kepada kader Gerindra. Karena, sering melihat Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade membantu warga yang sakit dan juga kekurangan modal usaha. Tak lama berselang, bantuan modal usaha itu datang diantarkan ke rumahnya.

"Alhamdulillah, terima kasih Pak Andre Rosiade. Dengan modal ini saya bisa berjualan kembali. Sudah lama tak berjualan, tak tahu lagi apa yang mau kami makan. Semoga menjadi berkah bagi kami dan pak Andre, semoga sukses selalu," kata Marliana.

Marliana biasanya setiap pukul 05.30 WIB berangkat bersama cucunya dengan motor membeli ikan di Pasar Gaung, Padang Selatan.

"Biasanya modal saya setiap hari sekitar Rp400-600 ribu membeli ikan. Saya tak mau menjual mahal-mahal, dapat untung untuk makan saja sudah," ungkap Marliana.

Ia menyebutkan, biasa berjalan mulai dari Simpang Piai sampai Simpang Malintang, Kecamatan Pauh. Sekitar 6-10 kilometer per hari. Sejak pagi sampai tengah hari, ikan-ikannya sudah habis.

"Tapi itulah, kemarin sempat tak berjualan dan modal habis. Tak bisa berjualan sementara. Alhamdulillah, ada yang membantu," ucapnya.

Sementara itu, Juliati (57) tak kuasa menahan air mata harunya, saat sebuah kursi roda yang sudah diidam-idamkan anaknya, Wahyu (25) dibawakan ke rumah kontrakannya.

"Anak keempat saya ini sejak umur tiga tahun mulai terlihat bermasalah. Kemungkinan besar setelah disuntik polio. Kami telah mengobatinya, tapi tak bisa. Sejak kecil dia sudah tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan dan semua harus dibantu," kata Juliati

Juliati menyebutkan, saat ini dia dan suaminya Darmonski (60) hanya bisa mengontrak rumah, karena kehidupan ekonomi yang pas-pasan. Suaminya hanya bekerja sebagai buruh lepas yang berpindah-pindah. Karena itu, jangankan untuk membelikan kursi roda, ibu enam anak ini masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Kami di rumah ini tinggal berlima, saya, suami dan tiga anak. Namun, kalau semua pergi sekolah, kerja dan saya di pasar, Wahyu terpaksa ditinggal sendiri. Dia akan tiduran saja di rumah dan menonton tivi. Saya harus kembali pulang segera sebelum dia merasa lapar," tuturnya.

Juliati menyebutkan, ayah kandung Wahyu sudah meninggal tahun 2000 lalu dan bapak sambungnya cukup telaten ikut merawatnya. Namun karena kehidupan ekonomi yang masih kurang, mereka tidak bisa memberikan perawatan maksimal.

"Setiap hari saya harus memandikan, memberi makan dan merawat seperti anak balita. Bahkan harus pakai diapers atau popok dua setiap hari. Pengeluaran ini cukup berat bagi kami," imbuh Juliati.

Katanya, dengan kursi roda ini, anaknya yang biasa hanya tiduran dan duduk di kursi rumah, bisa dibawanya jalan-jalan keluar.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak pak Andre Rosiade. Kami telah menerima kursi rodanya dan anak bisa dibawa jalan-jalan sore ke lapangan. Biar dia tidak stres dan tertekan di rumah," ujarnya.

Adapun Sekretaris PD PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Nurhaida menyebutkan, informasi soal keluarga Juliati ini didapat dari tetangganya yang pernah melihat Andre Rosiade menyerahkan kursi roda di beberapa tempat.

"Kami diberitahu dan mendiskusikan dengan pak Andre Rosiade. Ternyata langsung diminta mengantarkan ke rumah yang membutuhkan," ungkap Nurhaida

(prf/ega)