Kisah Bocah 2 Tahun Anak Nelayan Cilincing Alami Kelainan Alat Kelamin

Wildan Noviansyah - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 09:47 WIB
Bocah di Cilincing Jakarta Utara alami kelainan alat kelamin
Bocah di Cilincing Jakarta Utara alami kelainan alat kelamin 9Foto: Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Betapa kagetnya Dewi Yulianti (23) saat melahirkan buah hatinya dua tahun lalu. Bidan yang membantu persalinan sempat kebingungan menentukan jenis kelamin sang bayi karena alat kelaminnya tak seperti bayi kebanyakan.

Dua tahun berlalu, warga Cilincing Jakarta Utara itu menyimpan asa agar anaknya, AG, bisa normal seperti bocah-bocah lain pada umumnya. Sekilas dilihat, AG memang bisa beraktivitas normal. Tapi ada kekhawatiran dari Dewi Yulianti tentang masa depan anaknya.

Saat ditemui detikcom di akhir pekan lalu, Dewi menceritakan pengalamannya dua tahun lalu saat tahu kondisi sang anak berbeda. Sempat drop, Dewi berusaha tetap tegar meski kadang ada ejekan karena kondisi anaknya tidak sama seperti anak laki-laki lainnya.

"Kata dokter nya ini kelainan langka katanya," kata Dewi saat berbincang.

Saat usia AG sekitar 4-5 bulan, Dewi sempat membawa AG bolak-balik ke Puskesmas, RSUD Cilincing, hingga akhirnya dirujuk di RSCM. AG lalu menjalani cek kromosom dan hasilnya dia adalah laki-laki.

Dewi sempat menunjukkan hasil pemeriksaan dokter saat itu. Ada keterangan dokter yang menyebut AG mengalami hipospadia.

Kala itu, Dewi harus merogoh kocek sendiri untuk biaya transportasi bolak-balik ke rumah sakit. Biaya cek kromosom sekitar Rp 1,7 juta pun memakai biaya sendiri. Ini bukan hal mudah bagi Dewi dan suaminya Heriyanto yang berprofesi sebagai nelayan dengan penghasilan tidak tetap.

Bocah di Cilincing Jakarta Utara alami kelainan alat kelaminRumah bocah di Cilincing Jakarta Utara yang alami kelainan alat kelamin Foto: Wildan Noviansah/detikcom

Setelah cek kromosom di tahun 2020 itu, Dewi belum membawa AG untuk kontrol atau mendapat tindakan lain. Biaya menjadi salah satu kendalanya.

"Ya maunya sih secepatnya ke rumah sakit, cuma ya gimana keadaannya juga sekarang begini. Bapaknya juga kerjanya begitu kadang dapet, kadang nggak. Saya juga begini di rumah aja, bisa dikata sih susah ya. Namanya juga hidup ngontrak," ucap Dewi.