Dukung UMKM Bangkit, Pemkot Medan Dorong Pembinaan & Adopsi Teknologi

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 22:13 WIB
Pemkot Medan Dukung UMKM Go Digital
Foto: Pemkot Medan
Jakarta -

Wali Kota Medan Bobby Nasution mendukung pengembangan UMKM di wilayahnya melalui pembinaan bisnis hingga adopsi teknologi. Terobosan ini dilakukan guna mendorong UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

Menurut Bobby, kemampuan UMKM untuk melek teknologi sangat dibutuhkan agar pelaku UMKM dapat survive dalam ekonomi digital saat ini. Selain itu, ia pun menilai banyak pelaku UMKM yang memiliki produk unggulan, namun masih kesulitan dalam memasarkan akibat keterbatasan pengetahuan, terutama dalam memanfaatkan teknologi.

Tak hanya mendukung UMKM melek teknologi, Bobby juga melakukan pembinaan pemasaran dan memberikan bantuan inventaris guna meningkatkan kualitas penjualan. Ia menilai, masih banyak pelaku UMKM yang melakukan packing produk secara sederhana, sehingga kurang menarik perhatian pembeli.

"Kekurangan inilah yang kita sikapi. Kita akan bantu dan bimbing mereka agar bisa memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan pengemasan maupun penjualan produk mereka. Semoga upaya yang dilakukan ini dapat membantu pelaku UMKM dapat bangkit dan naik kelas yang pada akhirnya akan membantu memulihkan perekonomian kita," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Minggu (28/11/2021).

Bobby pun mengungkap Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah menjadi market bagi para pelaku UMKM, terutama sektor kuliner, dengan memasukkan produk UMKM ke dalam e-Katalog Pemko Medan. Ia menjelaskan kini untuk makan dan minum di lingkungan Pemkot Medan, pihaknya bisa memilih kuliner dari pelaku UMKM.

Selain itu, ia mengatakan Pemkot Medan juga telah menghadirkan program sakasanwira (satu kelurahan satu sentra wirausaha) sebagai upaya mengembangkan UMKM. Yang teranyar, pada Jumat (19/11) lalu pihaknya menggelar Pekan Kuliner Kondang UMKM (PKK UMKM) Kota Medan di seputaran Gedung Warenhuis dan halaman Kantor Wali Kota Medan.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk dukungan dan upaya, sekaligus wadah bagi pelaku UMKM agar lebih dikenal masyarakat. Bersamaan dengan gelaran PKK UMKM ini, Bobby juga membuka Balai Kota Medan sebagai destinasi wisata baru.

Ia menjelaskan di setiap Sabtu malam, warga bisa mendatangi Balai Kota Medan untuk menikmati aneka kuliner, pertunjukan seni, budaya, serta pertunjukan lainnya yang ditampilkan sejumlah komunitas.

Meski dibuka untuk umum, ia menegaskan bahwa protokol kesehatan akan tetap diberlakukan secara ketat. Bobby pun mewajibkan serta warga yang memasuki Balai Kota harus sudah divaksin. Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 karena pihaknya menginginkan ekonomi dan kesehatan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Anwar Syarif menjelaskan pihaknya telah melakukan pembinaan untuk penguatan kapasitas pelaku UMKM sesuai dengan tupoksi. Ia menambahkan, penguatan ini dilakukan dari sisi pencatatan usaha, mulai dari pembukuan dasar, perizinan dasar, serta legalitas usaha.

"Apalagi dengan kondisi pandemi yang kita alami hampir 2 tahun ini, arah kebijakan nasional adalah bagaimana UMKM ini naik kelas. Artinya, teknologi juga diperlukan dalam membina UMKM. Jadi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan terus mendorong bagaimana pelaku UMKM berinovasi dalam bentuk pemasaran produk melalui digital, termasuk inovasi produknya," jelas Anwar.

Ia pun mengungkap PKK UMKM yang baru saja digelar termasuk salah satu kolaborasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM guna meningkat pemasaran produk UMKM. Sebab, ia melihat dalam 2 tahun terakhir ini, event-event serupa tidak bisa dilaksanakan karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut Anwar, adanya pembatasan membuat pihaknya yang sebelumnya rutin membawa pelaku UMKM melakukan pameran mau tidak mau harus berhenti sementara.

"PKK UMKM merupakan kolaborasi hasil kolaborasi dngan PKK Kota Medan, OPD pembina UMKM terkait di Kota Medan serta PT Shopee. Event ini digelar sebagai upaya Pemko Medan untuk meningkatkan lagi pemasaran UMKM," ungkap Anwar.

"Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan sebagai wali data bagi para pelaku UMKM. Bisa saja pelaku UMKM tersebut datangnya dari PKK Kota Medan, Dekranasda, Dinas Perdagangan atau Dinas Perindustrian. Melalui PKK UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bagi para pelaku UMKM baik yang pemula maupun mikro," harapnya.

Adapun langkah Pemkot Medan dalam membina UMKM turut mendapat apresiasi dari akademisi.

Akademisi dari Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Safwan Bukhari SE Msc IBF menilai langkah yang dilakukan Pemkot Medan sudah tepat.

Menurutnya, UMKM merupakan usaha mikro yang dilakoni masyarakat yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan menyerap tenaga kerja. Namun, pandemi COVID-19 berdampak sangat signifikan terhadap para pelaku UMKM, sehingga tidak sedikit yang menutup usaha karena melemahnya daya beli masyarakat.

"Tentunya langkah yang dilakukan Pak Wali Kota dengan menggelar PKK UMKM sangat bagus sekali. Apalagi telah memanfaatkan teknologi melalui marketplace untuk mempromosikan produk UMKM tersebut. Dengan demikian masyarakat Kota Medan dapat mengetahui aneka produk yang ditawarkan di PKK UMKM," terang Safwan.

Selain itu, Safwan menilai langkah Pemkot Medan menjadi market bagi para pelaku UMKM dengan memasukkan para pelaku UMKM kedalam e-Katalog Pemko Medan sudah sangat tepat. Oleh karena itu, ia sangat mendukung langkah ini. Sebab menurutnya, akan meningkatkan daya jual dari produk UMKM yang selama pandemi COVID-19 sulit memasarkannya.

Safwan pun menilai Bobby sangat serius dan tidak tanggung-tanggung dalam membina UMKM di Kota Medan, mulai dari pengelolaan bisnis hingga dalam mengadopsi teknologi.

"Saya berharap untuk tahap berikutnya, Pemkot Medan juga bisa bekerja sama dengan berbagai marketplace yang ada di Kota Medan guna meningkatkan penjualan sehingga pelaku UMKM bangkit dan naik kelas," harapnya.

(fhs/ega)