Asrama Haji Pondok Gede Siap Jadi Tempat Karantina Jemaah Umrah

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 16:39 WIB
Pelaksana Tugas Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (Plt PHU) Khoirizi H Dasir bersama jajaran Kementerian Agama meninjau ruang istirahat jamaah peserta haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis, 3 Juni 2021. Peninjauan tersebut guna melihat kesiapan Asrama Haji Pondok Gede jika sewaktu-waktu pemerintah Arab Saudi mengizinkan jamaah Indonesia melaksanakan ibadah haji.
Miniatur Ka'bah Asrama Haji Pondok Gede disemprot disinfektan. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Agama melalui Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menyatakan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, layak menjadi tempat karantina calon jemaah umrah. Asrama Haji Pondok Gede dipilih usai dilakukan peninjauan kesiapan oleh Satgas Covid-19.

"Tim Satgas Covid-19 BNPB sudah meninjau asrama haji. Mereka melakukan pengecekan kesiapan. Kesimpulannya, Asrama Haji Pondok Gede memenuhi syarat sebagai tempat karantina jemaah umrah Indonesia," tegas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief dalam keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Karantina itu akan dilakukan sebelum keberangkatan dan setelah kembali ke Indonesia. Selain itu, segala proses pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede.

Menurut Hilman, pemilihan Asrama Haji Pondok Gede sebagai tempat karantina sebagai bentuk upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di kalangan calon jemaah haji dan umrah.

Pernyataan senada disampaikan Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab. Dia menyampaikan, Asrama Haji Pondok Gede sudah memenuhi syarat sebagai tempat karantina jemaah umrah dan haji.

"Hanya perlu penambahan sejumlah informasi di areal asrama. Misalnya, tanda jalur keluar masuk, tanda penunjuk fasilitas, dan lainnya. Alur pergerakan sejak kedatangan jemaah dan keberangkatan, semua sudah dicek, dan semuanya sudah oke," ujar Mujab.

Dirjen PHU Bahas Skenario Umrah

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief saat ini tengah membahas dan mendiskusikan skenario terkait penyelenggaran umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Pertemuan itu membahas terkait kebijakan satu pintu, skema karantina, validasi sertifikat vaksin, hasil PCR serta manasik umrah di masa Pandemi.

Hilman berharap pembahasan skenario bersama tersebut dapat menghasilkan titik terang.

"Semoga jemaah umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci," kata Hilman.

Untuk diketahui, Arab Saudi telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia. Terhitung mulai 1 Desember 2021, warga Tanah Air bisa langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit ke negara ketiga.

Hilman memastikan edaran yang diterbitkan otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 ini juga berlaku untuk penerbangan jemaah umrah.

Namun demikian, lanjut Hilman, bukan berarti keberangkatan jemaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

"Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umrah," ujar Hilman.

"Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umrah bersama Kementerian Haji dan Umrah Saudi," sambungnya.

Simak video 'WNI Bisa ke Arab Saudi Tanpa Karantina dan Booster Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/knv)