Pilkades di Dairi Ricuh, 1 Calon Kades Ditangkap Hasut Warga Bikin Rusuh

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 13:48 WIB
Ilustrasi proses pemungutan suara di Lapas Sidoarjo
Foto: Suparno Nodhor/detikcom
Dairi -

Polisi menangkap seorang calon kepada desa (cakades) berinisial HS (47) seusai kerusuhan pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Bertungen Julu, Tiga Lingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). HS ditetapkan jadi tersangka dan ditahan untuk pemeriksaan lanjutan.

"Iya betul. Yang bersangkutan sudah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Dairi," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dimintai konfirmasi, Minggu (28/11/2021).

Hadi mengatakan HS ditangkap karena diduga menghasut warga untuk melakukan kerusuhan saat pilkades. Terhadap HS, petugas bakal menjeratnya dengan Pasal 160 KUHP dan diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun.

Sebelumnya, pemilihan kepala desa (pilkades) tahun 2021 di Desa Bertungen Julu, Dairi, Sumatera Utara, sempat ricuh. Seorang petugas dilaporkan terluka dan sejumlah pelaku perusakan diamankan.

Pilkades itu digelar pada Kamis (25/11). Walau sempat ricuh, secara umum kegiatan itu berjalan aman dan kondusif.

"Benar, telah terjadi perusakan kotak suara Pilkades di TPS 01 Desa Bertungen Julu. Kejadian tersebut saat penghitungan surat suara di dua TPS (01 dan 02 ) secara keseluruhan selesai dilaksanakan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada wartawan, Jumat (26/11).

Hadi mengatakan dalam Pilkades di Desa Bertungen Julu itu ada dua calon kepala desa. Dia menyebut sempat terjadi insiden perusakan kotak suara seusai penghitungan surat suara di dua TPS yang mencakup Dusun I, II, III, dan IV.

"Pasangan calon kepala desa nomor urut II keberatan hasil akhir penghitungan suara. Lalu saat kotak suara akan dibawa ke kantor kecamatan oleh petugas P2KD yang dikawal anggota Sabhara ada puluhan orang dari pendukung cakades 02 yang merebut dan merusak kotak suara hingga urat suara terhambur," ucap Hadi.

Insiden perampasan dan perusakan kotak suara itu, kata Hadi, terjadi pukul 18.30 WIB di mana sebelumnya pendukung cakades 02 memprotes dan memaksa agar penghitungan suara ulang karena mereka menganggap ada satu surat suara yang terkoyak untuk dinyatakan rusak. Padahal, sebelumnya surat suara yang terkoyak itu sudah dinyatakan sebagai surat suara yang sah oleh saksi-saksi dan Panitia P2KD.

Situasi kericuhan tidak berlangsung lama, karena petugas gabungan TNI-Polri mengamankan kembali kotak suara dan merapikan surat suara yang terhambur. Dalam kejadian itu, ada seorang anggota yang menjadi korban.

"Dalam insiden keributan itu anggota di lapangan ada yang menjadi korban dan terluka karena mempertahankan kotak suara yang hendak dibawa ke kantor kecamatan, situasinya sudah kondusif, Bapak Kapolda langsung turun ke TKP dan berdialog dengan Bupati serta warga untuk tidak berbuat anarkis," sebut Hadi

Atas insiden tersebut, Polres Dairi kemudian menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan, pencurian dengan kekerasan serta perusakan kotak suara pilkades di Desa Bertungen Julu. Kesembilan orang itu berinisial IP, JWG, DHS, FS, KG, RDS, TJT, ATA, dan SB.

Hadi mengatakan awalnya Satreskrim Polres Dairi dibantu Dit Reskrimum mengamankan 12 orang diduga melakukan kerusuhan dan pencurian kotak suara. Calon kepala desa no urut 2 pun ikut diperiksa saat ini oleh polisi.

"Dari hasil pemeriksaan penyidik menetapkan 9 tersangka dari 12 orang yang diamankan, saat ini cakades no 2 pun sedang kita minta keterangan," ujar Hadi.

Sembilan orang yang ditetapkan tersangka itu terbukti melakukan aksi pencurian kotak suara serta memukuli polisi saat melaksanakan tugas pengamanan.

"Kesembilan orang yang kita tetapkan tersangka memiliki peran yang berbeda," ucap Hadi.

Hadi menerangkan petugas juga turut menyita barang bukti berupa satu kotak suara dan surat suara yang telah dirusak para pelaku kerusuhan. Akibat perbuatannya, para tersangka bakal dijerat Pasal 365 subs Pasal 363 dan/atau Pasal 170 ayai (1) subs Pasal 406 ayat (1) KUHP dengan ancaman 9 tahun kurungan penjara.

Simak juga 'Kalah Pilkades, Keluarga Calon Tutup Jalan Antardusun di Polman':

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)