PAN Minta Pemerintah Antisipasi Varian Omicron: Jangan Tunggu Masuk

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 08:29 WIB
Saleh Daulay
Saleh Daulay (Foto: Tsarina/detikcom)
Jakarta -

Geger Corona varian Omicron yang dianggap lebih mengkhawatirkan dibanding jenis-jenis sebelumnya. Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Daulay meminta pemerintah untuk mempelajari serius segala varian yang muncul.

"Harus dipelajari. Kalau sudah dikenali, diharapkan kita dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari. Jangan tunggu sampai di sini. Bisa menelusuri data dan informasi dari negara-negara yang menjadi episentrum penyebaran virus ini," kata Saleh, kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Selain itu, Salem mendorong pemerintah untuk melakukan langkah antisipatif. Yakni meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait protokol kesehatan. Dia menilai hal itu lah yang paling utama untuk menghindari penyebaran virus.

"Program 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi aktivitas, dan menghindari kerumunan) harus ditingkatkan. Ini harus dikerjakan dan digotongroyongkan bersama seluruh elemen masyarakat. Selain itu, program 3 T (testing, tracing, dan treatment) harus digalakkan. Ini dapat dikerjakan oleh pemerintah. Program 3 T ini diperlukan untuk memetakan persebaran virus di tengah masyarakat. Termasuk varian-varian baru tadi," ucapnya.

Saleh pun mengingatkan agar penjagaan pintu masuk dari luar negeri diperketat. Bahkan menurutnya, pemerintah harus menutup pintu bagi negara yang menjadi episentrum varian tersebut.

"Karena belum terkonfirmasi ada di Indonesia, ya kita harus jaga jangan sampai masuk. Masuknya kan dari luar negeri, itu yang kita jaga ketat. Kalau dinilai perlu, orang-orang dari negara episentrum virus ini dilarang masuk. Silahkan dipertimbangkan dengan cermat," ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh meminta pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi. Menurutnya, pemerintah juga harus segera melakukan vaksinasi booster untuk masyarakat.

"Sekarang malah sudah banyak anggota masyarakat yang menunggu booster ketiga. Itu harus disahuti. Apalagi, negara-negara lain sudah banyak yang vaksinasi booster," tuturnya.

Varian Omicron Jadi Perhatian WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menamakan varian baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan sebagai Omicron. Varian ini kini juga berada dalam daftar perhatian WHO.

Virus corona jenis baru ini sebelumnya bernama B.1.1.529. Menurut WHO, kasus positif akibat varian ini meningkat di hampir semua provinsi di Afrika Selatan.

"Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan," begitu pernyataan resmi WHO.

Varian Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November lalu. Virus ini diidentifikasi telah menyebar di Botswana, Belgia, Hong Kong, dan Israel.

Simak video 'Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/lir)