Keren! Pemilihan Ketua RW di Daerah Jakarta Utara Ini Pakai e-Vote

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 17:33 WIB
Pemilihan ketua RW di Jakut ini dilakukan menggunakan sistem elektronik. Durasi waktu yang dipakai untuk pemilihan ketua RW pun berkurang jauh. (dok Istimew)
Pemilihan ketua RW di Jakut ini dilakukan menggunakan sistem elektronik. Durasi waktu yang dipakai untuk pemilihan ketua RW pun berkurang jauh. (dok Istimewa)
Jakarta -

Pemilihan ketua rukun warga (RW) di Jakarta Utara (Jakut) ini dilakukan menggunakan sistem elektronik. Durasi waktu yang dipakai untuk pemilihan ketua RW pun berkurang jauh.

Pemilihan ketua RW menggunakan e-vote itu digelar di RW 10, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut). Dalam kesempatan itu, juga digelar pemilihan perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

"Iya, menerapkan e-vote untuk memilih ketua RW dan LMK," kata salah seorang panitia, Annisa Citra, kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Dia mengatakan di RW 10 ada sebanyak 23 RT. Total ada 161 warga yang menjadi konstituen dalam pemilihan ketua RW dan LMK ini.

"Untuk pemilihan ketua RW, diputuskan RW yang saat ini menjabat melanjutkan jabatannya. Sistem e-vote ini dilakukan untuk pemilihan LMK," ucapnya.

Pemilihan ketua RW di Jakut ini dilakukan menggunakan sistem elektronik. Durasi waktu yang dipakai untuk pemilihan ketua RW pun berkurang jauh. (dok Istimew)Jumlah peserta dan proses voting bisa dipantau (dok Istimewa)

Ketua RW 10 lanjut dijabat oleh Sahata Saolan Sirait. Sementara itu, pemilihan LMK diikuti empat calon. Dari empat calon yang ada, yang terpilih akan mewakili RW 10 di Kelurahan Kelapa Gading Timur.

Penerapan E-Vote

Panitia lainnya, Bani Pamungkas, mengatakan penerapan e-vote ini tak terlepas dari situasi pandemi COVID-19. Sehingga warga berembuk mencari sistem pemilihan ketua RW dan LMK yang nyaman, aman, dan mudah.

"e-vote kita desain sistem pemilihan elektronik, yang memilih itu separuhnya lansia," ujar Bani.

Dia mengatakan awalnya ada kekhawatiran soal penggunaan sistem e-vote. Kemudian para panitia yang muda memberikan edukasi dan simulasi yang digelar bersamaan dengan dialog antarkandidat.

"Ternyata setiap pemilih tak lebih dari 1 menit dalam proses pengambilan suara dari nama dipanggil," katanya.

Dia mengatakan sebelumnya, pemilihan ketua RW memakan waktu sekitar 5-6 jam. Namun, dengan menggunakan e-vote ini, hanya dihabiskan waktu sekitar 2 jam.

"Kalau dihitung-hitung bahkan bisa kurang dari 1 jam sebenarnya," ucapnya.

Pemilihan ketua RW di Jakut ini dilakukan menggunakan sistem elektronik. Durasi waktu yang dipakai untuk pemilihan ketua RW pun berkurang jauh. (dok Istimew)Proses pemilihan ketua RW dan LMK tak menghabiskan waktu lebih dari 1 menit (dok Istimew)

Dia menjelaskan proses pemungutan suara dalam pemilihan ketua RW dan LMK ini. Setiap pemilih namanya akan dipanggil panitia kemudian akan diberikan PIN identik dari setiap pemilih tersebut.

Setelah itu, PIN di-tap di alat pemilih yang disediakan. Kemudian muncul para calon dan para pemilih dapat langsung memilih.

"Untuk pemungutan suara, sebenarnya bisa tampil secara langsung hasilnya. Tapi kita umumkan setelah pemungutan suara selesai," katanya.

Pemilihan Ketua RW 10 periode selanjutnya akan digelar pada 2024. Bani mengatakan warga akan menggelar rapat lebih dahulu untuk memutuskan apakah sistem e-vote ini akan kembali dipakai.

Dalam acara ini, sempat hadir perwakilan dari pihak kelurahan, kecamatan, dan Wali Kota Jakut. Sistem pemilihan ketua RW menggunakan metode e-vote ini diapresiasi.

(jbr/hri)