Pemerintah Diminta Tutup Akses Negara Teridentifikasi Varian Omicron

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 16:09 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: Dok. DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah memberikan perhatian serius soal merebaknya varian baru COVID-19 di Afrika yang disebut Omicron. Ia dengan tegas meminta pemerintah segera menutup pintu akses bagi negara-negara teridentifikasi.

"Pemerintah harus segera mengambil sikap. Jangan lengah, karena potensi penyebaran COVID-19 masih tinggi, apalagi virus ini terus bermutasi. Sebelum ada kata terlambat, ayo ambil tindakan," tutur LaNyalla melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/11/2021).

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan pemerintah terkait penanganan COVID-19. Ia meminta agar penanganan COVID-19 di Tanah Air tidak bermasalah. Selain itu juga perlu antisipasi ketat, mengingat virus ini terus bermutasi.

"Jika terlambat sedikit saja dan tidak fokus dengan kondisi ini, nanti malah merusak apa yang sudah mulai kita bangun dalam kerangka recovery dari Pandemi. Indonesia saat ini dalam kondisi membaik. Pemerintah harus segera tutup pintu untuk negara-negara yang sudah teridentifikasi," katanya.

Sebelumnya, sejumlah negara lain, seperti Malaysia, Singapura, Amerika, dan Arab Saudi juga langsung menutup pintu untuk 7 negara Afrika yang diduga teridentifikasi varian B11529. Ketujuh negara tersebut adalah Afsel, Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia dan Zimbabwe.

Sebagai informasi, penemuan varian B11529 diumumkan pada Kamis (24/11/2021). Meskipun masih dalam tahap penelitian, varian B11529 diduga kuat menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Afrika Selatan.

Menjadi contoh kecepatan penanganan, LaNyalla juga menyampaikan dukungannya terhadap keputusan instansi terkait di DI Yogyakarta yang langsung menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka. Hal itu dilakukan setelah ditemukan adanya cluster sekolah di Yogyakarta.

"Ini contoh yang bagus, karena respon dan pengambilan tindakan yang cepat mutlak dilakukan," tandasnya.

(ncm/ega)