Kabar Terbaru Jadwal Muktamar NU Belum Ada Titik Temu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 05:13 WIB
Kantor PBNU/Istimewa
Foto: Kantor PBNU/Istimewa
Jakarta -

Kabar terbaru jadwal Muktamar ke-34 NU datang dari Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Namun kabar Muktamar NU bakal dipercepat tersebut belum sepenuhnya mencapai titik temu.

Sekjen PBNU Sebut Muktamar Ditunda

Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, awalnya menyebut Muktamar NU bakal ditunda. Rencana penerapan PPKM level 3 se-Indonesia oleh pemerintah menjadi alasan utamanya.

"Maka, dalam konteks itu, PBNU nanti akan memutuskan jadwalnya kapan, meskipun sudah banyak aspirasi yang menyampaikan aspirasi bahwa hendaknya diundur bertepatan dengan hari baik, yaitu tanggal 31 Januari 2022, di mana bertepatan dengan harlah NU," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat dihubungi, Kamis (18/11/2021).

Namun Helmy belum bisa menyampaikan tanggal pasti Muktamar NU akan digelar. Menurut dia, hal itu akan diputuskan oleh pengurus PBNU.

"Waktu tepatnya kapan, nanti akan diputuskan oleh Ketua Umum dan Sekjen PBNU, Rais Aam dan Katib Aa," ujar Helmy.

Keputusan penundaan ini, kata Helmy, sejalan dengan hasil Munas dan Konbes NU beberapa waktu lalu. Jika ada keadaan mendesak, keputusan selanjutnya diserahkan kepada PBNU.

"Jadi PBNU sesuai dengan hasil Munas-Konbes yang lalu bahwa terkait dengan jadwal yang sudah ditetapkan tanggal 25 Desember 2021 akan mengikuti protokol dan mendapatkan persetujuan atau izin dari Satgas pemerintah. Itu keputusannya dan dalam hal terjadi situasi yang tidak dimungkinkan, maka Konbes NU menyerahkan sepenuhnya kepada PBNU," ujar Helmy.

"Maka, dalam hal itu, kami PBNU dengan ini menyatakan tentu taat pada keputusan pemerintah. Jadi PBNU juga tidak ingin memaksakan diri menjadi contoh yang tidak baik dalam penegakan protokol kesehatan, terutama kita mewaspadai gelombang ketiga," sambung dia.

Tanggapan Yahya Staquf

Pernyataan Sekjen PBNU itu kemudian ditanggapi oleh Katib Aam PBNU yang juga kandidat Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Pada prinsipnya, dia mengatakan siap menghormati keputusan pemerintah soal penanganan COVID-19.

"NU pasti akan menyesuaikan diri dengan penetapan Pemerintah," kata Yahya Staquf kepada wartawan, Kamis (18/11/2021).

Yahya Staquf mengaku tak masalah dengan penentuan teknis muktamar. Dia masih menunggu arahan dari Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar.

"Mengenai jadwal Muktamar, bisa maju atau mundur, atau jadwal tetap dengan menyesuaikan model pelaksanaannya, yaitu dengan cara hibrid. Itu hanya soal teknis. Tidak ada sama sekali masalah yang mengganggu. Kami menunggu arahan Rais Aam untuk dibuat keputusan bersama PBNU," ujar Yahya Staquf.

Simak juga Video: Forum Silaturrahim Klaim Said Aqil Didukung 64 Persen Pengurus PBNU

[Gambas:Video 20detik]