Dituding Riri Nikmati Hasil Jual Aset, Nirina Zubir Siap Adu Bukti

Yogi Ernes, Muhammad Hanafi - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 22:59 WIB
Nirina Zubir
Nirina Zubir (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Artis Nirina Zubir dituding mantan asisten rumah tangga (ART) yang tinggal di rumah ibundanya, Riri Khasmita, menikmati hasil penjualan tanah terkait kasus mafia tanah. Nirina pun membantah dan siap adu bukti.

"Kita kalau main bukti-buktian silakan. Jadi pada dasarnya memang pernah terjadi ada transfer uang di saat itu memang saya ada keperluan yang melibatkan ibu saya," kata Nirina dalam jumpa pers di RS Pelni, Jakarta Barat, Jumat (26/11/2021).

Nirina menjelaskan saat itu memang dirinya punya keperluan ingin membeli rumah di Bali. Keinginannya itu pun dibicarakan dengan ibundanya.

"Terus tiba-tiba ibu saya melihat tempatnya, ibu saya juga naksir ya udah ambil gitu kan. Mam, tapi nggak ada dana segitu, ya udah deh kamu nanti pokoknya jadiin nanti uangnya ditransfer sama Riri DP-nya," ucap Nirina.

Dia menyebut memang saat itu Riri mentransfer ke dirinya sekitar Rp 600 juta untuk DP rumah di Bali tersebut. Tapi kemudian rencana itu tidak jadi dan uang DP pun telah dikembalikan ke Riri.

"Jadi akhirnya ternyata itu tidak jadi dibeli gitu dan akhirnya begitu tidak jadi dibeli, saya kembalikan dong dananya gitu. Bahkan saya kembalikan dananya itu ditransfer balik ke rekeningnya Riri Khasmita, ini ada buktinya semua," ujarnya.

"Kalau memang buat saya, saya nikmatin ya harusnya kan saya simpan aja gitu kan karena tidak jadi beli rumah. Jadi saya kembalikan dan kembali lagi gitu. Kalau mereka mau istilahnya bilang saya menikmati hasil uang penjualan tanah atas nama ya siapa yang lagi disebutkan ini itu tidak benar adanya," imbuhnya.

Pihak Riri Klaim Sudah Ganti Rugi ke Nirina

Pengacara Riri Khasmita, tersangka kasus mafia tanah yang dilaporkan Nirina Zubir, mengatakan kliennya dengan Nirina memiliki kesepakatan perihal ganti rugi. Ganti rugi itu terkait tindakan penggelapan sertifikat yang telah dilakukan oleh Riri Khasmita.

Salah satu tim pengacara Riri Khasmita, Putra Kurniadi, mengatakan kliennya sempat dipaksa pihak Nirina menandatangani surat pernyataan terkait tindakan penggelapan yang dilakukan Riri.

"Ada kesepakatan di situ menjadi klien kami waktu itu dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan bahwa diakui utangnya itu dalam bentuk penggelapan senilai Rp 10 miliar," kata Putra kepada wartawan, Rabu (24/11).

Menurut Putra, lewat kesepakatan itu, kliennya dan pihak Nirina sepakat ganti rugi yang dilakukan Riri akan berlangsung selama empat tahun ke depan. Proses pembayaran itu pun telah berlangsung sejauh ini.

"Jadi kesanggupan klien kami tuh berapa lama? Dinyatakan selama empat tahun. Bulanannya sekitar Rp 10 juta kemudian di ujungnya nanti semuanya gitu," katanya.

Dia menambahkan, selama Riri Khasmita disekap oleh pihak Nirina, proses pembayaran ganti rugi itu tetap berlanjut.

"Sampai disekap pun klien saya masih membayar," ujar Putra.

(fas/fas)