Ini Alasan Polisi Korban Pemerasan LSM Takut Ancaman Diviralkan Pelaku

Nahda Rizki Utami - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:57 WIB
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak (Nahda/detikcom)
Polisi merilis pemerasan Ketua LSM Tamperak (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum DPP LSM Tamperak Kepas Panagean Pangaribuan ditangkap usai memeras anggota Polri Rp 2,5 miliar. Kepas melancarkan modusnya dengan mengancam korban akan memviralkan penangkapan pelaku begal yang dinilai melanggar prosedur.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menjelaskan hasil pemeriksaan Propam tidak ditemukan adanya pelanggaran dari anggota tersebut. Artinya, penangkapan pelaku begal sesuai prosedur. Lalu, mengapa anggota tersebut merasa takut akan ancaman dan memenuhi permintaan pelaku?

"Korban ini takut diviralkan. Takut diviralkan artinya suasana kebatinan itu banyak sekali polisi diviralkan oknum-oknum, suasana kebatinan itu berpengaruh terhadap korban ini," jelas Hengki saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Hengki juga menjelaskan hasil dari pemeriksaan Propam terhadap anggota Polri itu tidak terbukti adanya suap-menyuap. Anggota Polri itu juga diketahui takut diviralkan karena khawatir opini publik akan tergiring pelaku.

"Walaupun hasil pemeriksaan Propam bahwa tidak ada suap-menyuap. Yang bersangkutan menyatakan korban bahwa saat ini daerah post-truth ini terkadang fakta dikalahkan oleh opini publik," imbuh Hengki.

"Jadi sebenarnya kejadian tidak seperti itu kemudian diviralkan sehingga sudah dihakimi oleh media sosial, dihakimi oleh media-media yang lain. Padahal tidak seperti itu kasusnya," sambungnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

Simak Video: Detik-detik Ketua LSM Tamperak Ditangkap, Sempat Ogah Diborgol

[Gambas:Video 20detik]