Kapolri Paparkan Strategi Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Natal dan Tahun Baru

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 20:33 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah, TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral untuk membahas antisipasi potensi lonjakan COVID-19 saat perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru). Dalam rapat koordinasi tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan strategi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 selama periode Natal dan tahun baru.

Rakor lintas sektor tersebut digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/11/2021). Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan, sebagaimana instruksi dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), koordinasi antar-lembaga sangat diperlukan untuk tetap mempertahankan tren positif laju pertumbuhan COVID-19.

"Seperti perintah Bapak Presiden pada ratas lalu, persiapan menghadapi kemungkinan laju pertumbuhan COVID-19 saat Nataru harus diantisipasi. Sehingga dilakukan langkah-langkah koordinasi bersama dengan semua pihak," kata Sigit dalam rakor lintas sektoral tersebut.

Sigit mengajak semua pihak bisa bekerja sama untuk menekan laju penularan COVID-19. Mengingat ke depan, kata dia, Indonesia akan menggelar perhelatan agenda nasional maupun internasional yang bakal membangkitkan sektor perekonomian masyarakat Indonesia.

"Ini modal dasar kita untuk tetap menjaga laju pertumbuhan COVID-19. Dengan angka tersebut, pertumbuhan ekonomi bisa bertumbuh. Oleh karena itu, bagaimana kita menjaga saat kegiatan Natal dan tahun baru yang akan kita hadapi beberapa hari ke depan. Sehingga agenda nasional ataupun internasional di tahun mendatang tetap terkendali. Semua pengalaman yang selama ini harus dijadikan pembelajaran untuk kita semua," ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit juga memperingatkan 17 kabupaten/kota yang belakangan disinggung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin mulai mengalami peningkatan. Dia meminta semua pihak waspada.

"Pertempuran sementara ini kita yang memenangkan, namun pertempuran itu belum usai. Saya kira dengan angka dalam waktu ini terjadi penurunan, namun tanpa kita sadari mulai ada peningkatan betul kata Pak Menkes 17 kabupaten. Tentunya angka ini harus kita waspadai. Kalau kita lihat di level asesmen di satu sisi keberhasilan kita semua. Namun di satu sisi kita harus waspadai dengan adanya PPKM level akan ada penurunan mobilitas," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Simak selengkapnya strategi Polri cegah lonjakan COVID-19 di halaman berikutnya.