Polisi Surati LBH, Minta 3 Anak Korban Perkosaan di Lutim Hadir Pemeriksaan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 19:08 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengirim surat ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Mereka meminta LBH Makassar menghadirkan korban 'ayah perkosa 3 anak' di Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Tanggal 25 November 2021 sekira pukul 11.00 Wita penyidik Polres Lutim Polda Sulsel telah mengirim surat kepada LBH Makassar untuk permintaan menghadirkan 3 anak korban," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/11/2021).

Ramadhan mengatakan polisi mengundang ketiga korban untuk hadir pada Senin (29/11) sekitar pukul 10.00 Wita di Unit PPA Polda Sulsel.

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan para korban diminta hadir dalam rangka pemeriksaan psikolog forensik. Pihak Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia yang bakal memeriksa para korban.

"Dalam rangka pemeriksaan psikolog forensik sekaligus pemeriksaan anak sebagai korban oleh Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia yang berkedudukan di Kota Makassar," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi terus menyelidiki kasus dugaan ayah memperkosa 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Sudah 52 saksi diperiksa, tapi polisi belum juga menemukan bukti dari kasus tersebut.

"Masalah Luwu Timur, jadi sekarang Polres Luwu Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 orang saksi," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantor, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (8/11).

Ramadhan menjelaskan 52 saksi itu terdiri dari berbagai unsur. Misalnya teman kerja ibu korban hingga dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ketiga anak terduga korban.

Dia menjelaskan 52 saksi itu terdiri dari berbagai unsur, yakni teman kerja ibu korban hingga dokter di puskesmas dan rumah sakit yang memeriksa kesehatan ketiga anak terduga korban.

Namun polisi belum menemukan bukti kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandung korban. Oleh karena itu, polisi berencana memeriksa ketiga korban dengan berdasarkan kesediaan ibunya.

(drg/jbr)