Layanan Digital BPJS Kesehatan Sabet Penghargaan Internasional

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 18:53 WIB
Layanan Digital BPJS Kesehatan Sabet Penghargaan Internasional
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

ASEAN Social Security Association (ASSA) memberikan penghargaan kepada BPJS Kesehatan dalam The 38th ASSA Recognition Award 2021 untuk kategori Continuous Improvement Recognition Award. Penghargaan ini terkait inovasi layanan digital BPJS Kesehatan yakni Konsultasi Kesehatan Online dan Layanan Administrasi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan inovasi tersebut lahir seiring mewabahnya virus COVID-19 di Indonesia yang membuat cukup banyak peserta JKN-KIS memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan karena khawatir akan terpapar virus.

"Kondisi tersebut mendorong BPJS Kesehatan untuk mengambil langkah strategis dalam memastikan kesejahteraan dan kepuasan anggota melalui inovasi layanan digital. Kami sampaikan terima kasih kepada ASSA atas penghargaan yang diberikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Sepanjang pandemi COVID-19, kata Ghufron, BPJS Kesehatan mengembangkan layanan konsultasi online bersama dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui aplikasi Mobile JKN dan Mobile JKN Faskes.

Layanan konsultasi online tersebut bertujuan untuk memudahkan peserta berinteraksi dengan dokter di FKTP serta memantau perawatan dan status kesehatan mereka. Interaksi antara peserta dan dokter tersebut nantinya akan terhitung sebagai angka kontak yang diperhitungkan sebagai penilaian kinerja FKTP.

Inovasi ini juga mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara RI dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2021.

Selain layanan konsultasi online, BPJS Kesehatan juga meluncurkan berbagai inovasi layanan administrasi kepesertaan tanpa tatap muka seperti Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), BPJS Kesehatan Care Center 165, Mobile JKN, serta direct message di media sosial resmi BPJS Kesehatan. Ghufron menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir angka kunjungan ke fasilitas kesehatan seiring dengan pertumbuhan angka penyebaran COVID-19.

Selain Indonesia, ajang penghargaan tersebut juga dihadiri oleh negara-negara anggota ASSA lain seperti Brunei, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Terdapat 10 lembaga jaminan sosial yang telah bergabung dalam ASSA, salah satunya BPJS Kesehatan.

Tahun sebelumnya BPJS Kesehatan juga memperoleh penghargaan bergengsi dari ASSA lewat inovasi yang bernama One Stop Apps: Monitoring of Strategic Cooperation Implementation, alias Aplikasi Monitoring Kerja Sama Strategis (MONIKS). MONIKS memungkinkan semua kemitraan strategis BPJS Kesehatan dengan institusi, kementerian, dan lembaga nasional maupun internasional dapat dipantau secara real time.

Dalam perjalanannya, BPJS Kesehatan terus berkontribusi dalam perkembangan jaminan sosial di tingkat internasional. Kiprah BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program jaminan kesehatan sosial dengan jumlah peserta terbesar di dunia semakin diakui. International Social Security Association (ISSA) yang beranggotakan 160 negara pun menunjuk Direktur Utama BPJS Kesehatan sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness periode 2020-2022.

BPJS Kesehatan pun terus berperan aktif, khususnya dalam hal pengembangan jaminan sosial di dalam maupun setelah masa pandemi COVID-19. Banyak negara di dunia yang kini mulai melirik sistem yang dijalankan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk diimplementasikan di negara mereka masing-masing. BPJS Kesehatan pun telah meraih berbagai penghargaan internasional.

(akd/ega)