LaNyalla Dukung Upaya Kesultanan Melayu Deli Jaga Peninggalan Sejarah

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 18:31 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengunjungi Kesultanan Deli di Istana Maimun, Medan dalam kunjungan kerjanya di Sumatera Utara. Dalam kunjungannya, LaNyalla mengungkap Kesultanan Melayu Deli telah memberikan banyak sumbangsih untuk Indonesia dan dunia.

Menurut LaNyalla, sumbangan yang paling jelas adalah bahasa Melayu yang digunakan sebagai bahasa nasional Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, serta beberapa negeri Melayu lainnya.

"Begitu juga sistem pemerintahan kerajaan yang bersumber dari Bustanussalatin, menjadi panduan bagi Kesultanan-Kesultanan Islam di seluruh Nusantara. Termasuk pakaian adat Melayu seperti peci, songkok atau kopiah, menjadi bagian dari pakaian nasional kita," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Dalam kunjungannya pada Kamis (25/11) ini LaNyalla juga menyebutkan bahwa peradaban Melayu Deli menghasilkan ikon-ikon budaya, terutama Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mansun. Ia menambahkan, kedua bangunan bersejarah ini merupakan bukti kebesaran serta keberadaan peradaban Melayu Deli di Sumatera Utara.

"Sungguh luar biasa sumbangsih peradaban Kesultanan Deli. Artinya, peradaban unggul Kesultanan yang berdiri sejak tahun 1632 ini, tercatat dalam sejarah dunia," ujarnya.

Menurut LaNyalla, sumbangsih dan dukungan konkret Kerajaan Nusantara sangat penting dalam proses lahirnya NKRI. Oleh karena itu, LaNyalla menyebut Kerajaan dan Kesultanan Nusantara adalah salah satu pemegang saham utama negeri ini.

Pada kesempatan ini, LaNyalla juga mengungkapkan dukungannya atas upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengembalikan peninggalan sejarah, sekaligus untuk menjaga kelestarian kebudayaan Melayu Deli.

Hal ini sesuai dengan permintaan Sultan Deli XIV Paduka Yang Mulia Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamanjiji Perkasa Alam Shah, ketika bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara pada 30 Desember 2020 lalu.

"Kami juga akan mendesak DPR RI agar segera membahas dan mengesahkan RUU tentang Adat Kerajaan Nusantara, sebagai dasar hukum revitalisasi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara," tegasnya.

Wali Kota Medan Janji Kembalikan Istana Maimun Sebagai Ikon

Terkait rencana Wali Kota Medan Bobby Nasution yang ingin mengembalikan Istana Maimun sebagai ikon kota, LaNyalla pun menegaskan bahwa pihaknya akan membantu lewat resonansi yang terus disuarakan DPD RI. Khususnya terkait posisi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara, sehingga akan memberi kesadaran bagi Pemerintah dan bangsa Indonesia.

"Oleh karena itu, saya akan memperjuangkan semua Amanat para Raja dan Sultan Nusantara dalam Deklarasi Sumedang. Kami akan menemui satu per satu para pihak terkait, khususnya di Pemerintahan, untuk merealisasikan amanah tersebut," tegasnya.

Ketua DPD LaNyallaKetua DPD LaNyalla Foto: DPD RI

Diketahui, Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang hadir dalam kunjungan LaNyalla turut menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya untuk kembali mengangkat adat istiadat dan etnis yang ada di kota Medan termasuk mengangkat kembali Istana Maimun.

"Kami sudah berkali-kali koordinasi. Pemerintah pusat juga sudah memberikan sebuah gambaran apa yang akan dilakukan. Terutama kaitannya dengan merenovasi Istana Maimun," ungkap Bobby.

Bobby mengaku menginginkan Pemerintah Kota Medan dan Kesultanan Deli agar dapat sama- sama mengembalikan Istana Maimun sebagai ikon Kota Medan.

"Kita ingin Istana Maimun terus menjadi ikon Kota Medan, sejarah Kota Medan, dan bisa membanggakan bagi rakyat Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ahli Waris yang mewakili Kesultanan Deli, Saidin, mengatakan Istana Maimun dibangun selama sebelas tahun, mulai 1887 dan selesai tahun 1898.

"Kami sangat bahagia dan bangga atas kedatangan bapak Ketua DPD RI di Istana Maimun. Ini seperti kembali menghidupkan kebhinekaan dan semangat menjaga budaya. Sedikit saya akan menceritakan sejarah, Istana ini dibangun biayanya waktu itu, kurang lebih 300 gulden. Kalo sekarang Rp300 miliar," jelas Saidin.

"Istana ini adalah istana ketiga setelah istana pertama Sultan Deli, istana kedua di Kota Maksum, dan ini yang ketiga. Kemudian dibangun Masjid Almaksum, biayanya Rp 1 triliun," imbuhnya.

Saidin mengakui ada yang kurang dalam proses perjalanan bangsa. Hanya saja, pihaknya tetap semangat dan berpegangan pada sila kelima, yakni keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Itu juga yang dirasakan keraton-keraton Nusantara. Saat di Istana Bogor, kami mengatakan akan bergandengan tangan seluruh elemen bangsa, untuk keutuhan negara Indonesia yang modern. Tetapi, tidak melupakan jati dirinya sebagai negara yang bhineka. Oleh sebab itu, suatu hal yang luar biasa saat Ketua DPD RI mengangkat kembali kerajaan Nusantara dan berkunjung ke mana-mana. Hal ini adalah tindak lanjut mewujudkan negara Indonesia yang lebih berkeadilan sosial," katanya.

Saidin juga berharap Istana Maimun mendapat perhatian sebagai bagian dari cagar budaya nasional. Ia berharap istana ini bisa dibenahi ke depannya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Sultan Deli PYM Tuanku Lamantjiji Perkasa Alam, YM Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy, Senator asal Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara, M. Nuh dan Pendeta Willem TP Simarmata. Hadir pula Ketua Umum MAKN YM Dr KPH Eddy Wirabumi SH MM, Sekjen MAKN YM Dra Hj RA Yani WSS Kuswodijoyo dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang diwakili Kadis Pariwisata dan Budaya Sumatera Utara, Zumri Sulthoni.

(ega/ega)