detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Penghuni Minta Anies Selesaikan Masalah Rusun City Garden

Marteen Ronaldo - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 15:40 WIB
Warga Rusunami City Garden demo di Balai Kota DKI Jakarta
Foto: Marteen Ronaldo/detikcom
Jakarta -

Ketua Penghuni Rusunami City Garden Cengkareng Suherman berkeluh kesah soal masalah di rusun selama 12 tahun. Dia meminta Gubernur DKI Jakarta turun tangan menyelesaikan masalah warga.

"Iya, kita penginnya permasalahan yang telah lama belum selesai-selesai ini segera diselesaikan oleh Pemprov DKI, termasuk permasalahan air bersih dan parkir (berbayar)," ujar Suherman kepada wartawan saat aksi di Bali Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/11/2021).

Suherman bercerita, awalnya, rusun menggunakan water treatment plant (WTP) atau instalasi pengolahan air (IPA). Namun, di kemudian waktu, timbul masalah karena air dari WTP tidak bagus.

"Air itu kan yang kemarin sebelumnya itu WTP, ditarik Rp 8.000 per kubik, sedangkan bahan bakunya dari air selokan atau air limbah, itu pun Rp 8.000. Pada akhirnya warga lapor dan akhirnya disegel oleh Dinas SDA Jakarta," ujarnya saat ditemui, Jumat (26/11/2021).

Bukan hanya itu, pengelola rusunami City Garden juga melakukan penarikan iuran parkir kendaraan roda dua dan empat.

"Jadi pertengahan 2021 itu, muncul tiba-tiba ada oknum vendor yang bekerja sama dengan pengelola, yaitu PT Surya Citra Perdana, mengizinkan vendor untuk memungut biaya parkir, akan tetapi warga merasa ini tidak melalui sosialisasi kepada warga," terangnya.

Padahal, menurut Suherman, di brosur penjualan, dijanjikan bahwa air bersih akan tersedia dari PDAM.

"Sebelumnya itu dari WTP, pada saat kita membeli unit, itu di brosur promosi dari pengelola dari PDAM. Jadi pada saat itu ternyata air dari PDAM belum masuk, sementara mereka memakai air tangki," terangnya.

Kini penghuni Rusun City Garden harus merogoh kocek lebih dalam untuk air bersih. "Jadi karena tidak ada air, warga secara bersamaan patungan untuk membeli air tangki, seharga Rp 43 ribu per meter kubik dan ini sudah berjalan dua bulan sampai sekarang," jelasnya.

(aik/aik)