Jaksa Gelar Kasus Surat Tanah Lurah di Pekanbaru yang Ngaku Diperas Polisi

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 13:13 WIB
Lurah Tirta Siak, Arisnardi (Raja-detikcom)
Lurah Tirta Siak, Aris Nardi (Raja/detikcom)
Pekanbaru -

Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Riau, menggelar perkara suap surat tanah yang menjerat Lurah Tirta Siak, Aris Nardi. Progres kasus ini disebut sudah 80 persen dan siap dilimpahkan.

"Pagi tadi kami sudah menggelar ekspos kasus lurah (Aris Nardi) dengan Polresta Pekanbaru," ucap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Pekanbaru Agung Irawan kepada detikcom, Jumat (26/11/2021).

Agung mengatakan, dari ekspose tersebut, berkas limpahan dari Polresta sudah 80 persen. Agung minta Polresta Pekanbaru segera melengkapi berkas perkara kasus lurah yang kurang.

"Hasil ekspose tadi sudah 80 persen. Jadi sudah terpenuhi dan sisanya kami minta segera dilengkapi sama Polresta," imbuh Agung.

Hadir dalam ekspose adalah Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Juper Lumban Toruan. Sementara itu, dari kejaksaan adalah Kasi Pidsus Agung Irawan.

Awal Mula Kasus Penangkapan Lurah

Diketahui Polresta Pekanbaru menangkap Lurah Tirta Siak, Aris Nardi, yang baru saja menjabat 3 bulan. Aris ditangkap setelah polisi menerima laporan lurah minta uang untuk pengurusan surat tanah.

Aris ditangkap pada 23 September lalu di Pekanbaru. Penangkapan itu dilakukan setelah tim Satreskrim Polresta mengamankan orang kepercayaan Aris dengan barang bukti Rp 3 juta.

Setelah kasus berjalan, Aris membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengaku diperas Rp 20 juta oleh Kanit Iptu E dan anak buahnya.

"Kita merasa dijebak, uang itu tidak sama kita. Kantor kita itu pemekaran, kebetulan sewa kontrakan," kata Aris, Rabu lalu.

Aris menyebut kasus ini bermula saat ada seseorang yang datang untuk mengurus surat tanah, Rabu (23/9). Aris mengaku menolak karena orang tersebut tak punya bukti kepemilikan tanah.

"Ada orang mau ngurus tanah, kita tolak itu karena tidak ada surat. Karena tidak bisa, dia ngurus lagi sekarang tanah satu persil. Itu pada Rabu (23/9) dia ngurus minta buatkan surat dan tanahnya sepadan juga sama tanah yang tidak ada surat," ujar dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.