Zita Anjani Jelaskan Hibah Pemprov DKI Rp 900 Juta ke Yayasan Bunda Pintar

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 21:30 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN, Zita Anjani
Zita Anjani (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani buka suara soal alokasi dana hibah sebesar Rp 900 juta untuk Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia (BPI) yang pernah dibinanya. Zita mulanya menjelaskan duduk perkara perkumpulan itu mendapatkan alokasi dana hibah sebesar Rp 900 juta berdasarkan rancangan APBD 2022 mendatang.

"Belakangan ini ramai soal Hibah untuk Bunda Pintar Indonesia. Yang kita tahu, BPI adalah perkumpulan yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini dan bidang sosial," kata Zita dalam keterangannya yang disampaikan melalui Instagramnya, @zitaanjani, yang dilihat, Kamis (25/11/2021).

Zita Anjani sudah mengizinkan detikcom untuk mengutip pernyataannya di instagram. Zita membenarkan dia yang membentuk BPI dan pernah menjadi pembina di yayasan itu, namun setelah menjabat Wakil Ketua DPRD DKI dia sudah tidak lagi menjadi pembina di yayasan itu.

"Ketika saya telah memutuskan untuk terjun ke dalam kontestasi politik, saya telah mengundurkan diri dari segala aktivitas dan kegiatan Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia, yaitu setidak-tidaknya sejak surat pengunduran diri saya selaku Pembina Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia tanggal 12 Maret 2019. Bukan hanya mundur dari Pembina Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia, saya juga telah mundur dari usaha-usaha lainnya yang saya miliki," jelas Zita.

Politikus PAN itu mengatakan perkumpulan BPI terbentuk atas keresahan berbagai pihak terhadap pendidikan anak usia dini. Salah satu faktornya kurangnya tenaga pendidik yang berkompeten.

"Terlebih terhadap kualitas guru-guru PAUD dan kualitas anak-anak didikan di usia dini tersebut telah membuat saya, para guru PAUD serta para pemerhati dunia pendidikan semakin yakin dan telah berinisiatif untuk membentuk perkumpulan yang secara resmi bernama Bunda Pintar Indonesia yang tentunya bersifat nirlaba (tidak berorientasi profit), sukarela, dan sosial," jelasnya.

Zita juga menegaskan BPI bukanlah sebuah yayasan yang memiliki lembaga pendidikan di dalamnya, melainkan hanya sebuah perkumpulan. Dia juga memastikan perkumpulan BPI telah berbadan hukum yang telah disahkan Kemenkumham Nomor AHU-0077724.AH.01.07.TA-HUN 2016.

"Oleh karena perkumpulan BPI bukanlah perkumpulan bodong yang tiba-tiba datang mengajukan permohonan hibah ke Pemprov DKI Jakarta," tegasnya.