KPK Duga Kasus Pengadaan Mesin Tebu PTPN XI Rugikan Negara Rp 15 M

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 25 Nov 2021 18:11 WIB
KPK Tetapkan Eks Direktur PTPN XI Jadi Tersangka Kasus Mesin Giling Tebu
KPK Tetapkan Eks Direktur PTPN XI Jadi Tersangka Kasus Mesin Giling Tebu (Foto: Azhar/detikcom)
Jakarta -

KPK telah menetapkan Direktur PTPN XI 2015-2016 Budi Adi Prabowo (BAP) dan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri Arif Hendrawan (AH) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin penggilingan tebu. KPK menduga perkara tersebut merugikan negara Rp 15 miliar.

"Adapun dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan ini sejumlah sekitar Rp 15 miliar dari nilai kontrak Rp 79 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (25/11/2021).

Alex menyebut Budi Adi juga menerima satu unit mobil dari Arif Hendrawan terkait perkara. Perusahaan milik Arif Hendrawan juga diduga menerima pembayaran lebih yang disetujui oleh Budi Adi.

"Diduga pula, saat proses lelang masih berlangsung, ada pemberian satu unit mobil oleh tersangka AH kepada tersangka BAP. Terkait proses pembayaran diduga ada kelebihan nilai pembayaran yang diterima oleh PT WDM yang disetujui oleh Tersangka BAP," kata Alex.

Alex mengatakan Budi Adi mengenal baik Arif Hendrawan dan sudah melakukan pertemuan beberapa kali pada 2015. Dari pertemuan itu, disepakati bahwa Arif Hendrawan akan menjadi pelaksana pemasangan mesin giling di PG Djatiroto, walaupun lelang belum dimulai.

Lalu Arif Hendrawan dan Budi Adi serta stafnya di PTPN XI sempat melakukan studi banding di pabrik gula di Thailand. Kunjungan tersebut diduga dibiayai oleh Arif Hendrawan.

"Disertai dengan adanya pemberian sejumlah uang kepada rombongan yang ikut, termasuk salah satunya Tersangka BAP," ujarnya.

Selanjutnya, Budi Adi memerintahkan stafnya untuk menyiapkan pelelangan yang nantinya akan dimenangi oleh perusahaan Arif Hendrawan. Arif Hendrawan juga diduga menyiapkan perusahaan lain yang seolah-olah ikut sebagai peserta lelang.

"Selain itu, Tersangka AH juga aktif dalam proses penyusunan spesifikasi teknis harga barang yang dijadikan sebagai acuan awal dalam penentuan HPS (harga perkiraan sendiri) senilai Rp 78 miliar, termasuk data-data kelengkapan untuk lelang pengadaan 1 lot six roll mill di PG Djatiroto," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.