Kontemplasi Qalbu (14)

Rekening Tabungan Spiritual (RTS)

Prof. Nasaruddin Umar - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 04:59 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Agak mirip dengan Tabungan Rekening Sosial (RTS), Rekening Tabungan Spiritual (RTS) juga perlu mendapatkan perhatian bagi setiap orang. Bahkan seandainya kita mau memilih, RTS (Spiritual) ini lebih penting karena menyangkut kehidupan abadi kita nanti di akhirat. Banyak ayat dan hadis mengingatkan kita betapa pentingnya memperhatikan urusan ini. Di antara ayat yang tegas mengingatkan kita ialah: Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (Q.S. al-Baqarah/2:197).

Menyetor ke dalam Rekening Tabungan Spiritual akan memberikan efek positif ke dalam batin. Semakin besar tabungan spiritual kita semakin terasa ringan beban hidup kita di dalam menjalani kehidupan ini. Sebaliknya semakin ringan tabungan spiritual kita, apalagi jika sudah saldo minus, maka akan semakin terasa berat beban hidup ini. Amal kebajikan yang kita lakukan akan menambah besar tabungan spiritual, sebaliknya jika dosa yang semakin besar maka berarti kita menarik isi Rekening Tabungan Spiritual kita. Kebajikan yang kita lakukan akan menghancurkan keburukan yang pernah di lakukan di masa lalu, sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Q.S. Hud/11:114)

Menarik simpanan dari Rekening Tabungan Spiritual akan memberikan efek negatif lebih jauh ke dalam batin kita. Contoh penarikan Rekening Tabungan Spiritual ialah: Meninggalkan perintah Tuhan, seperti meninggalkan shalat, puasa wajib, zakat, haji, dan kewajiban agama lainnya. Meninggalkan amalan-amalan sunnat yang selama ini dilakukan, mengerjakan larangan Tuhan, seperti berzina, berbohong, hasad, munafik, sumpah palsu, membuka aurat, makan makanan tidak haram, khiyanat, tidak menepati janji, termasuk melakukan sesuatu yang syubhat.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah setoran Rekening Tabungan Spiritual kita, antara lain menjalankan rukun Islam, seperti menjalankan fungsi-fungsi kehambaan, seperti shalat, berzikir, berpuasa, mengeluarkan zakat, dan melaksanakan haji, tadarrusan, mengikuti pengajian, dan lain lain. Ini sesuai dengan firman Allah Swt: Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Baqarah/2:110). Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (Q.S.al-Zalzalah/99:7-8).

Menarik Rekening Tabungan Spiritual berarti membentang jalan menuju neraka. Baik neraka di dunia maupun neraka sesungguhnya di akhirat, sebagaimana firman Allah: Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (Q.S. al-Nisa'/4:123). Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. al-Qashah/28:84). Mari kita menyetor sebanyak-banyaknya ke dalam Rekening Tabungan Spiritual, agar kita bahagia di dunia dan di akhirat.

Prof. Nasaruddin Umar

Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

(erd/erd)