AHY Cerita Diberi Peringatan Senior TNI: Moeldoko Halalkan Segala Cara

Nahda Rizki Utami - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 18:53 WIB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku mendapat peringatan dari para seniornya di TNI terkait Moeldoko. AHY menyebut Moeldoko akan menghalalkan segala cara agar keinginannya tercapai.

"Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI. KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai," kata AHY melalui siaran video yang ditayangkan di DPP PD, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021).

"KSP Moeldoko akan melakukan langkah apa pun, bahkan menghalalkan segala cara, termasuk upaya yang senior saya katakan, upaya membeli hukum. Tapi kami semua yakin, hukum akan tetap tegak," sambungnya.

AHY juga yakin, selama berjuang atas kebenaran, dia akan mendapatkan dukungan rakyat dan hukum bisa ditegakkan.

"Hukum tidak akan bisa dibeli, selama kita berjuang di atas kebenaran itu dan selama kebenaran yang kita perjuangkan itu mendapatkan dukungan rakyat dan ridho dari Tuhan Yang Maha Besar," jelas AHY.

Selanjutnya, AHY juga mengatakan banyak seniornya di TNI yang mempertanyakan terkait Moeldoko yang mudah dijerumuskan oleh oknum yang mabuk kekuasaan.

"Bukan hanya saya pribadi yang berusaha untuk memahami mengapa KSP Moeldoko yang juga sebenarnya adalah senior saya di TNI ini, mudah dijerumuskan oleh orang-orang yang mabuk kekuasaan," tutur Moeldoko.

"Tetapi banyak senior-seniornya juga yang mempertanyakan hal itu. Terkait hal ini, saya serahkan kepada KSP Moeldoko sendiri untuk menjawabnya," imbuhnya.

Diketahui, AHY menanggapi putusan PTUN Jakarta yang menolak gugatan PD KLB Deli Serdang (kubu Moeldoko) terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. AHY menilai putusan hukum ini sebagai tanda kemenangan rakyat.

"Keputusan hukum ini memberi pesan hangat bagi demokrasi kita, sebagai tanda kemenangan bagi rakyat," kata AHY.

AHY mengatakan penolakan gugatan kubu KLB PD Deli Serdang semakin memperkuat putusan MA sebelumnya. Putusan MA sebelumnya yang juga menolak permohonan pihak Moeldoko tentang judicial review AD/ART Partai Demokrat.

"Penolakan ini semakin memperkuat Keputusan Mahkamah Agung (MA) sebelumnya, yang juga menolak permohonan pihak KSP Moeldoko tentang Judicial Review AD/ART Partai Demokrat," jelas AHY.

(isa/isa)