Mengenal Ikan Langka Mola-mola yang Mati Terdampar di Pantai Bali

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 17:57 WIB
Ikan langka mola-mola terdampar di Pantai Penarukan, Bali. (dok. Istimewa)
Ikan langka mola-mola terdampar di Pantai Penarukan, Bali. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Masyarakat di pesisir Pantai Penarukan, Buleleng, Bali, dibuat geger oleh penemuan ikan mola-mola yang masuk kategori ikan langka. Sayangnya, ikan berukuran besar itu mati akibat terdampar di pantai.

Ikan itu ditemukan terdampar di Pantai Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (23/11/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Setelah diperiksa, ikan itu memiliki panjang 196 cm, lebar 130 cm, sirip bawah 90 cm, sirip atas 92 cm, sirip lebar belakang 1 m, dan panjang sirip 40 cm. Kemudian panjang sirip pectoral 39 cm, operculum 14 cm, lebar mata 9 cm, dan lebar mulut 15 cm.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan laman Loka Pengelolaan SD Pesisir dan Laut Sorong, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Rabu (24/11/2021), ikan mola-mola sudah termasuk kategori ikan yang rentan punah atau vulnerable (VU). Hal ini berdasarkan ketetapan International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ikan langka ini kerap menjadi target para penyelam dan fotografer dari seluruh dunia untuk dilihat dan difoto. Di Indonesia, ikan ini memang kerap muncul di perairan Bali, khususnya pada Juli-September. Ikan ini kerap dijumpai di sekitar Nusa Penida atau kadang Topekong, Candi Dasa.

Ikan mola-mola atau biasa disebut sunfish berasal dari bahasa Latin, Millstone, yang artinya batu gerinda. Julukan ini diberikan karena bentuk tubuhnya yang menyerupai batu dengan warna abu-abu, bertekstur kasar, dan bentuk badannya bulat.

Ikan mola-mola tergolong ikan yang unik. Umumnya semua jenis ikan mempunyai sirip ekor. Berbeda dengan mola-mola, ia nyaris tidak memiliki sirip ekor. Biasanya sirip (sayap) ikan lain terletak di samping kiri dan kanan, sedangkan sirip mola-mola berada vertikal di atas dan di bawah (punggung dan perut) yang disebut clauvus.

Akibat bentuk siripnya yang aneh ditambah tubuhnya yang bulat dan gemuk, ikan mola-mola sangat lambat berenang dan untuk melawan arus ombak pun ia tidak bisa, memilih pasrah mengikuti arus air yang membawanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.