MPR Ajak Milenial Contoh Sifat Pahlawan Bangun Optimisme

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 17:47 WIB
MPR Ajak Milenial Bangun Optimisme Seperti Para Pahlawan
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI, Budi Muliawan mengatakan pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Untuk itu, dia mengajak generasi milenial untuk mencontoh sifat perjuangan pahlawan dalam membangun optimisme.

"Pahlawan adalah orang yang rela berkorban, memperjuangkan kebenaran bagi bangsa dan negara. Kita diwariskan sebagai keturunan bangsa pejuang," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021). Hal ini dia ungkapkan dalam acara MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan Universitas Kristen Indonesia (UKI) kemarin.

Menurutnya, salah satu contoh sifat pahlawan adalah masyarakat yang berjuang secara gotong royong menghadapi pandemi COVID-19 dengan cara saling berbagi dan memberi bantuan, masker dan sebagainya.

"Banyak hal-hal yang baik dan positif dari masyarakat Indonesia. Namun, persoalannya, hari ini kita dibanjiri dengan informasi-informasi hoaks. Jika informasi-informasi tidak benar itu didiamkan maka lama kelamaan informasi hoaks itu dianggap sebagai sesuatu informasi yang benar," tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan tantangan bangsa Indonesia yang paling besar saat ini adalah penyebaran berita hoaks atau informasi yang tidak benar. Hoaks adalah informasi yang belum pasti sebuah fakta.

Dari survei Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi serta Siberkreasi menyebutkan sebanyak 30%-60% orang Indonesia terpapar informasi hoaks saat mengakses dan berkomunikasi di dunia maya. Menurut data Kemenkominfo ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar informasi palsu.

"MPR juga mengajak sahabat kebangsaan untuk bersama-sama melawan informasi-informasi yang tidak benar. Salah satunya dengan mengantisipasi dan tidak latah menyebarkan informasi atau hal-hal yang belum dipastikan kebenarannya," ujarnya.

Budi menambahkan saat ini informasi sudah sangat cepat menyebar. Jika informasi yang cepat itu tidak dibarengi dengan sikap hati-hati maka akan menjadi potensi yang besar untuk penyebarluasan informasi yang tidak benar terutama melalui media sosial.

"Salah satu dampak negatif media sosial adalah menyebarkan berita atau informasi hoaks. MPR mengajak sahabat kebangsaan menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif dan membangun optimisme," pintanya.

Sementara itu, Wakil Rektor UKI Angel Damayanti mengatakan kegiatan MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan ini masih dalam rangkaian dies natalis Fisipol UKI yang ke-27.

"Kegiatan ini adalah MPR Menyapa Sahabat Kebangsaan, jadi kalau hari ini kita didatangi MPR maka kita dianggap adalah sahabat kebangsaan. Sedangkan tema tentang pahlawan di kalangan milenial karena memang pahlawan hari ini berbeda dengan pahlawan pada masa perjuangan," katanya.

Menurut Angel, jika pada masa lalu pahlawan berjuang menghadapi penjajah maka pada hari ini ancaman bisa berupa pandemi COVID-19, ketidakadilan, gagasan radikal yang tidak sesuai dengan Pancasila.

"Pahlawan saat ini menghadapi ancaman yang berbeda dibanding pada masa lalu," pungkasnya.

(akd/ega)