Kubu Moeldoko: Jam Pengumuman MA-Rilis Kubu AHY soal Gugatan PTUN Janggal

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 13:17 WIB
Jakarta -

Gugatan kubu Moeldoko atas keputusan Menkumham tak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat (PD) hasil KLB di Deli Serdang tidak diterima oleh PTUN Jakarta. Kubu Moeldoko menyatakan akan meminta banding dan mengajukan kembali gugatan ke PTUN Jakarta.

Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad, menjelaskan putusan majelis hakim PTUN Jakarta adalah gugatan tidak dapat diterima, atau dalam hukum disebut niet ontvankelijke verklaard atau N.O.

"Gugatan N.O. adalah sangat berbeda dengan gugatan ditolak. Gugatan disebut N.O. adalah objek gugatan dipandang memiliki cacat formil yang dipandang melekat pada gugatan, sehingga gugatan tersebut tidak dapat diterima," kata Rahmad dalam keterangannya, Rabu (24/11/2021).

Rahmad mengungkapkan dua langkah yang akan dilakukan kubu Moeldoko. Mereka akan mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta.

"Oleh karena gugatan kami dinyatakan N.O. oleh majelis hakim PTUN Jakarta, maka terbuka dua Langkah hukum. Pertama, memperbaiki pokok gugatan dan mendaftarkannya kembali ke PTUN Jakarta, atau kedua; melakukan upaya banding ke PT TUN Jakarta," ungkap Rahmad.

Terkait putusan PTUN Jakarta, kubu Moeldoko menilai ada kejanggalan. Rahmad menjelaskan putusan PTUN Jakarta janggal karena yang digugat kubu Moeldoko adalah Surat Keputusan (SK) Kemenkumham.

"Pertama soal PTUN tidak berhak mengadili perkara karena dipandang oleh majelis hakim sebagai perkara internal partai. Padahal,pokok gugatan perkara adalah terkait SK Kemenkumham yang terkait erat dengan administrasi negara, dan itu bukan urusan internal partai," papar Rahmad.

"Kedua, soal pengumuman hasil persidangan yang lebih dulu disampaikan kubu AHY kepada publik, jauh sebelum hasil tersebut diumumkan PTUN Jakarta kepada tim kuasa hukum Partai Demokrat KLB Deli Serdang, dan kepada publik melalui halaman website resmi Mahkamah Agung," imbuhnya.

Baca soal kejanggalan di halaman berikutnya.