Tercetak Sejarah bagi Jaksa Kala Revisi Tuntutan ke Valencya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 11:10 WIB
Jakarta -

Urusan rumah tangga yang berujung pidana menjadi sorotan hingga akhirnya bikin Jaksa Agung ST Burhanuddin turun tangan. Langkah jaksa yang merevisi tuntutan menjadi bebas bagi seorang istri yang dipidana karena mengomeli suami yang mabuk pun menjadi sejarah bagi kejaksaan.

Semua bermula ketika Valencya alias Nancy Lim dipolisikan Chan Yu Ching dengan dugaan melakukan kekerasan psikis. Di sisi lain Valencya melaporkan Chan Yu Ching dengan tuduhan mengenai penelantaran dalam urusan rumah tangga.

Valencya dan Chan Yu Ching dulu merupakan pasangan suami-istri. Namun biduk rumah tangga itu bermasalah hingga berakhir di ranah hukum.

Perkara ini kemudian muncul ke publik saat Valencya dituntut 1 tahun penjara oleh jaksa. Valencya tak kuasa menahan emosinya ketika mendengar tuntutan itu.

"Saya keberatan, Yang Mulia. Apa yang dibacakan tidak sesuai fakta. Masak, hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan, saya jadi tersangka dan dituntut 1 tahun penjara," kata Valencya di hadapan majelis hakim setelah mendengar tuntutan itu dalam persidangan di Pengadilan Negeri Karawang pada 11 November 2021.

Publik pun marah atas kejadian ini. Jaksa Agung ST Burhanuddin lantas memerintahkan jajarannya segera bertindak.

Total enam orang jaksa diperiksa secara etik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah seorang di antaranya, yaitu Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Aspidum Kejati Jabar) Dwi Hartanta, dimutasi.

"Mutasi ini merupakan bentuk pelaksanaan mutasi diagonal yang dilaksanakan dalam rangka proses pemeriksaan fungsional Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung," kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung.

Lantas bagaimana urusan tuntutan 1 bui untuk Valencya?