Suara Mahasiswa

Bela MUI, HMI MPO Bicara Hashtag Islamofobia

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 24 Nov 2021 00:18 WIB
Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail (Dok HMI MPO)
Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail (Dok HMI MPO)
Jakarta -

Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) tegas menyatakan sikapnya untuk membela Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari seruan pembubaran. Seruan lewat tagar Twitter itu muncul usai anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An Najah ditangkap Densus 88 Antiteror.

"Sudah bisa dipastikan bahwa hashtag ini berasal dari kelompok Islamophobia," kata Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail Hasan, kepada wartawan lewat keterangan tertulis, Selasa (24/11/2021).

Menurut HMI MPO, MUI harus dibela oleh semua rakyat Indonesia, sebab MUI dinilainya sebagai institusi yang berjasa besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Munculnya tagar atau hashtag pembubaran MUI di Twitter dipandang HMI MPO adalah upaya 'makar' terhadap MUI dan harus ditindak aparat. Melemahkan MUI berarti melemahkan umat Islam, tentu saja itu menurut HMI MPO.

"Sehingga tegas PB HMI mengatakan bahwa pihak yang membuat dan menyebarkan serta setuju dengan hashtag bubarkan MUI harus diberikan tindakan tegas oleh aparat penegak hukum yang dalam hal ini adalah Polri karena pihak pembuat hashtag tersebut telah membuat kegaduhan di masyarakat dan bisa mengancam keutuhan NKRI," ujar Affandi Ismail Hasan.

Soal terorisme, paham kekerasan itu bukanlah dari Islam. Affandi menduga isu terorisme adalah upaya pengalihan perhatian publik dari isu krusial seperti isu cari rente lewat jual-beli PCR, isu Permendikbudristek PPKS, isu Hak Asasi Manusia (HAM), isu korupsi, hingga isu UU Cipta Kerja yang masih saja terus menuai penolakan. Affandi lantas menyebut nama Menko Marinves Luhut Pandjaitan dan Mendikbudristek Nadiem Makarim mengenai dua dari sekian banyak isu yang dia sebut di atas.

"Jangan-jangan ini adalah bahagian dari agenda atau cara pengalihan issue dan upaya untuk melemahkan gerakan yang selalu hadir sebagai kontrol atas kinerja pemerintah Jokowi," ujarnya sekadar menduga-duga.

Dia menegaskan, teroris dan terorisme adalah musuh Islam serta musuh bersama rakyat Indonesia. Satu pengurus dari MUI tersangkut masalah terorisme bukan berarti seluruh MUI tersangkut terorisme. MUI perlu dipertahankan.

"HMI bersama MUI, HMI bersama para Ustadz, 'Alim 'Ulama, Ummat Islam dan Seluruh Rakyat Indonesia," kata Affandi.

(dnu/dnu)