Ketua DPD Sebut Santripreneur Jadi Kekuatan Produk Halal Indonesia

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 18:28 WIB
Ketua DPD Sebut Santripreneur Jadi Kekuatan Produk Halal Indonesia
Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan Santripreneur dapat menjadi kekuatan produk halal Indonesia. Oleh karena itu, LaNyalla menilai Santripreneur Award 2021 merupakan momentum tepat untuk membangun perekonomian Indonesia.

"Santri kini memiliki berbagai peluang dan kesempatan untuk berkarya serta berkontribusi dalam membangun perekonomian negeri. Anugerah Santripreneur Award 2021 merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan peluang tersebut," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Lebih lanjut, Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan dengan adanya Santripreneur Award, pesantren dapat menyusun langkah tepat untuk mewujudkan pesantren yang memiliki kekuatan ekonomi. Dikatakannya, Santripreneur juga berpotensi mencetak generasi muslim unggul yang mahir di bidang agama dan ekonomi.

Melalui Santripreneur, LaNyalla mengatakan pesantren dapat berkontribusi meningkatkan kekuatan produk halal di Indonesia. Dengan demikian, perekonomian Indonesia dapat ikut meningkat lantaran produk halal kini sedang menjadi incaran di pasar global.

"Dengan Santripreneur, pesantren Indonesia tidak hanya menciptakan manusia yang pandai dalam ilmu agama, tetapi juga melahirkan insan muslim yang kuat secara ekonomi," katanya.

Terkait hal ini, Ketua Dewan Penasehat KADIN Jatim ini mengingatkan agar santri dapat menghasilkan produk yang tak hanya mengedepankan kehalalan. Namun, santri juga diminta untuk dapat menciptakan produk sesuai potensi dan peluang pasar yang tengah berkembang.

Jika hal tersebut diterapkan, LaNyalla optimistis Santripreneur akan menjadi penggerak kekuatan ekonomi bagi umat muslim sekaligus bangsa. Terlebih saat ini Santripreneur telah mendorong pergerakan ekonomi nasional yang tengah menjadi fokus pemerintah di tengah pandemi COVID-19.

"Jadi para santri harus jeli melihat peluang pasar. Potensi yang dikembangkan menjadi sebuah produk diharapkan menjadi kebutuhan pasar, tak hanya di dalam, tapi juga di luar negeri," ungkapnya.

"Saya optimistis perekonomian dasar masyarakat akan bergerak. Artinya, pesantren harus menjadi lokomotif kekuatan ekonomi di pusaran di mana pesantren tersebut berada," pungkasnya.

(fhs/ega)