Viral Mahasiswa Universitas Jambi Adu Jotos Vs Sopir Pribadi WR III

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 18:18 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Dok. detikcom)
Jambi -

Video mahasiswa Universitas Jambi (Unja) adu jotos dengan seorang pria viral di media sosial (medsos). Video baku hantam itu terjadi saat sekelompok mahasiswa Unja demo soal penunjukan nama calon Plt BEM Unja yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme.

"Jadi begini, kronologis persoalannya itu sebenarnya tidak besar, ini kami-kami mahasiswa hanya mempertanyakan terkait penunjukan nama calon Plt BEM Unja yang kami nilai tidak sesuai," kata Ketua Majelis Aspirasi Mahasiswa (MAM) Unja, Agustia Gafar, saat dihubungi, Senin (22/11/2021).

Dia mengatakan penunjukan Plt BEM Unja dilakukan oleh rektor sendiri dan tidak melibatkan kami sebagai Majelis Aspirasi Mahasiswa. Mahasiswa demo di dalam kampus untuk mempertanyakan kebijakan tersebut.

Aliansi mahasiswa Unja menggelar demonstrasi pada Sabtu (20/11) lalu. Saat itu mahasiswa berdemo untuk meminta klarifikasi serta pencabutan surat penunjukan nama calon terhadap Plt BEM Unja yang ditunjuk rektor Unja.

Aksi itu kemudian menjadi kericuhan lantaran terlihat adanya aksi dugaan pemukulan terhadap mahasiswa yang dilakukan seorang pria yang disebut adalah sopir wakil rektor (WR) III Unja.

"Pemukulan itu awalnya terjadi terhadap rekan saya, bernama Azril. Di situ yang memukulnya ialah sopir dari WR III Unja. Awalnya juga aksi ini juga berjalan damai, saya sendiri juga sebagai kordinator dari aksi mencoba ingin menemui sopir dari Pak WR III itu untuk mengkonfirmasi persoalan terkait Plt BEM Unja, ternyata tak berhasil," katanya.

"Lalu saat kami lihat ada mobil dinas WR III akan keluar kampus, rekan-rekan coba akan menahan, sebelum menahan kendaraan, sopir itu tiba-tiba menyerang dan memukul lalu menjambak teman saya itu," imbuh Gafar.

Saat itu Gafar mencoba menyelamatkan rekannya dari pemukulan. Namun Gafar mengaku juga dipukul oleh sopir WR III Unja.

Gafar dan Azril awalnya tak ingin melapor ke polisi jika ada iktikad dari sopir WR III dan ada kejelasan dari pihak kampus. Namun mereka akhirnya membuat laporan ke Polda Jambi.

"Akan tetapi kita lihat tidak ada juga niat baik dari pihak yang bersangkutan ataupun pihak kampus oleh karena itu, saya bersama teman saya Azril yang sudah melakukan visum melaporkan kejadian pemukulan ini ke Polda Jambi dan sudah diterima laporan kami," terang Gafar.

Gafar menyayangkan aksi pemukulan dan premanisme yang dilakukan terhadap mahasiswa yang sedang jalankan aksi damai di halaman kampus.

Gafar mengatakan para mahasiswa ingin penunjukan Plt BEM Unja dilakukan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada. Ia berharap polisi dapat mengusut tuntas dan dapat menyelesaikan persoalan yang ada.

"Kami berharap, dengan adanya laporan ini, pihak kepolisian dapat mengusutnya, sebagai mahasiswa kami ingin tidak ada lagi tindakan premanisme di dalam kampus. Dan kita juga minta penunjukan Plt BEM Unja tentu harus sesuai mekanisme," katanya.

Simak tanggapan WR III terkait dugaan sopir memukul mahasiswa di halaman selanjutnya.