KPK Jawab Kritik Eks Pegawai soal Berantas Korupsi Masa Kini Banyak Gaya

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 17:53 WIB
Gedung baru KPK
KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menjawab kritik dari mantan penyidik KPK Aulia Postiera yang menyoal penyelidikan sebuah perkara selalu diekspos ke publik. KPK menanggapi dan mengatakan bahwa penyelidikan tak pernah disampaikan substansi perkaranya.

"KPK, dalam penyelidikan terbuka pun tidak pernah mengumumkan atau menyampaikan ke publik terkait substansi perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (22/11/2021).

Ali mengatakan KPK tetap mementingkan transparansi dalam kinerjanya. KPK juga tetap menjaga kerahasiaan suatu informasi sehingga proses penyelidikan tidak terganggu.

"Kami tentu menjunjung tinggi asas transparansi dalam kerja-kerja KPK, sekaligus tetap menjaga kerahasiaan sebuah informasi yang memang belum bisa disampaikan kepada publik, agar proses-proses penanganan perkara tidak terganggu dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor serta pihak-pihak lainnya," katanya.

Ali menegaskan bahwa proses penyelidikan tertutup yakni terkait kegiatan operasi tangkap tangan (OTT). Sedangkan untuk penyelidikan terbuka KPK yakni masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan maupun informasi dari berbagai pihak untuk dijadikan bukti.

"Dalam proses penyelidikan kita mengenal ada yang bersifat tertutup dan terbuka. Penyelidikan tertutup salah satu instrumen pelaksanaannya yang publik sangat familiar, yaitu kegiatan tangkap tangan," ujarnya.

"Sedangkan pada penyelidikan terbuka, KPK mengumpulkan berbagai keterangan, data, dan informasi dari berbagai pihak yang diduga mengetahui dugaan tindak pidana korupsi dimaksud," tambahnya.

Penyelidikan terbuka itu, kata Ali, agar KPK dapat memanggil pihak terkait melalui surat dinas. Pasalnya, informasi penyelidikan terbuka biasanya berasal dari pihak terkait.

"Mengapa disebut terbuka, karena KPK dapat memanggil pihak terkait melalui surat dinas, atau meminta data dan Informasi yang dibutuhkan kepada instansi/lembaga yang memiliki data dan informasi tersebut," katanya.

"Dalam tahap penyelidikan, informasi yang mengemuka ke publik sering kali berasal dari pihak terkait," tambahnya.

Lebih lanjut, Ali menyebut penyelidikan bermuara dari laporan masyarakat. Jika memang ditemukan adanya indikasi korupsi, KPK akan melanjutkan ke dalam tahap penyelidikan.

"Sebagian besar muara penyelidikan di KPK tentu berasal dari laporan masyarakat. Laporan yang disampaikan melalui Pengaduan Masyarakat KPK tersebut kemudian dilakukan telaah dan analisis awal oleh tim untuk mengidentifikasi apakah pokok aduan merupakan tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK sesuai UU ataukah tidak," ujarnya.

"Lalu jika unsur-unsur tersebut terpenuhi, maka tahapan berikutnya adalah proses penyelidikan," tambahnya.

Kritik ke KPK soal Penyelidikan Terbuka

Aulia mengatakan kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri membiasakan penyelidikan suatu perkara secara terbuka. Dia juga menyebut KPK tidak mengumumkan tersangka saat sprindik diterbitkan.

"Kebiasaan buruk KPK jaman Firli Cs, mengumumkan kasus yg masih dalam tahap penyelidikan. Tidak mengumumkan tersangka saat Sprindik diterbitkan. Mengumumkan hanya saat penangkapan," kata Aulia di akun Twitter-nya, @paijodirajo, Minggu (21/11).

"Kira2 apa maksudnya ya?," tanyanya.

Aulia mengatakan hal itu dapat berpotensi menghilangkan barang bukti oleh terduga tersangka. Dia menyebut hal itu hanya sebuah sensasi KPK dalam kinerjanya.

"Mengumumkan kasus yg masih dalam tahap penyelidikan tentu akan menyulitkan bagi para penyelidik yg masih bekerja untuk menemukan 2 bukti permulaan yg cukup," katanya.

"Pihak2 yg terlibat berpotensi menghilangkan bukti2. Atau tujuannya cuma ingin sensasi bahwa KPK masih bekerja?," sambungnya.

(azh/yld)