Saksi Ungkap Damkar Selamatkan Pria Coba Bunuh Diri di Jakbar: Bak Superman

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 12:39 WIB
Ilustrasi bunuh diri dari atas gedung
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria inisial H (25) hendak bunuh diri dengan terjun dari lantai 4 ruko apartemen di Kembangan, Jakarta Barat. Polisi menyebut korban hendak bunuh diri karena terlilit utang pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 90 juta.

Seorang pria inisial B (48) yang bekerja di samping tempat korban bekerja menjelaskan, pada Minggu (21/11) H tidak bercerita tentang masalah yang menimpanya. B juga baru tahu H hendak bunuh diri setelah warga ramai berteriak.

"(Saat kejadian si H) nggak ngomong, diem saja. Malah yang di bawah yang pada nonton yang teriak-teriak. Dia diam saja. Pas mau ada yang nolongin, malah dia mau coba lompat," jelas B kepada wartawan di lokasi, Senin (22/11/2021).

Warga kemudian menghubungi saksi dan polisi. Petugas Damkar kemudian mencoba menyelamatkan H dengan membujuknya agar tidak terjun.

"Ada lah sampai beberapa kali (dibujuk). Pas sudah ada pemadam, barulah dibujuk, diajak ngobrol 'Kalau kamu ada masalah, ayolah ngobrol,' kata Damkar. Dirayulah, dari polisi juga ada, 'Kalau ada masalah ngomong, nanti biar diselesaikan. Kamu masih muda', jadi dikasih support," ungkap B.

Proses negosiasi berlangsung sekitar satu jam. B bercerita setelah H berhasil dievakuasi oleh petugas Damkar, warga yang berada di bawah tepuk tangan.

"Kan ada dua jendela, (petugas) yang di sana (ajak) ngobrol, yang di jendela satu lagi langsung mau nolong. Dibujuklah, posisi Damkar sudah kayak Superman lah. Pelan-pelan, baru berhasil (dibujuk)," ucap B.


Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....


Rekan Kerja Sebut Korban Stress

Sementara itu, R (27) yang merupakan rekan kerja H menyebutkan bahwa korban mengalami stress akhir-akhir ini. Yang dia tahu, H stress karena ibunya sedang sakit usai kecelakaan.

"Katanya Mamanya sakit, Mamanya abis ketabrak mobil," kata R.

R menyebut jika peristiwa kecelakaan ibu dari H terjadi sekitar seminggu yang lalu. Pada saat itu, H tengah bekerja dan langsung meninggalkan toko untuk mengecek kondisi ibunya.

"Lagi kerja dia langsung pulang waktu itu denger Mamanya ketabrak. (Kejadiannya) semingguan yang lalu. Jadi orang yang nabrak itu nggak tanggung jawab. Cuma tanggung jawab dua harian abis itu kabur udah," jelas R.

"Tadinya dirawat sekarang di rumah, udah nggak bisa jalan. Ditabrak mobil dia waktu bawa motor kakinya patah," sambungnya.


Polisi Sebut Korban Terjerat Pinjol


Diketahui, seorang pria berinisial H (25) diduga hendak bunuh diri di salah satu apartemen di wilayah Srengseng, Jakarta Barat. Ternyata pria tersebut terlilit utang pinjol senilai Rp 90 juta sehingga nekat mencoba mengakhiri hidupnya.

"Pelaku mempunyai masalah utang piutang lewat pinjol sekitar Rp 90 juta," ujar Kapolsek Kembangan M Khoiri dalam keterangannya, Minggu (21/11/2021).

Khoiri menyebut jika H ingin mencari uang secara instan melalui judi online SLOT. Namun, dia tidak pernah memenangkan judi online sehingga frustasi.

"Tapi tidak pernah dapat sehingga yang bersangkutan frustasi karena sering dihubungi, diteror oleh orang orang pinjol," kata Khoiri.

(mea/fjp)