3,7 Ha Lahan di Karawaci Tangerang Hasil Sitaan BLBI Bakal Dilelang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 12:32 WIB
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) akan melelang lahan hasil sitaan yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang. Lahan yang akan dilelang seluas 37.779 meter persegi atau 3,7779 ha.

"Rencana penjualan secara lelang atas aset properti yang telah dikuasai secara fisik oleh Satgas BLBI yang berlokasi di Blok B Taman Buah Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang dengan total luas 37.779 meter persegi," kata Mahfud saat konferensi pers di Kemenko Polhukam, Senin (22/11/2021).

Mahfud menegaskan Satgas BLBI masih terus akan melakukan penyitaan aset-aset milik negara dari Obligor dan debitur yang tersebar di sejumlah daerah. Satgas BLBI kata Mahfud, juga akan memastikan aset sitaan dikelola oleh negara dengan sebaik-baiknya.

"Satgas BLBI akan terus melakukan upaya untuk memastikan pengembalian hak tagih negara dan memastikan bahwa aset BLBI dikelola dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah, diantaranya melalui rencana tindakan penyitaan barang jaminan dan aset obligor yang terletak di berbagai daerah. Jadi kita akan terus melakukan penyitaan dalam waktu yang tidak lama," ujarnya.

Diketahui, pemerintah bersama Polri dan Kejaksaan Agung telah menyita sejumlah aset dari skandal BLBI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini telah ada 49 bidang tanah yang telah disita terkait dengan skandal BLBI yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di Karawaci, Tangerang.

"Tadi ada 49 bidang tanah yang terletak di empat titik lokasi, luasnya 5.291.200 meter persegi. Lokasinya ada di Medan, Pekanbaru, Bogor, dan hari ini kita hadir secara fisik di Tangerang, Karawaci," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers penyitaan aset BLBI di Perumahan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Tangerang, Jumat (27/8).

Aset yang disita tersebut telah dipasangi plang negara. Sri Mulyani mengucapkan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu Satgas BLBI dalam menyita aset tersebut.

"Tadi dilakukan pemasangan tanda plang bahwa aset ini sekarang dimiliki oleh negara. Saya senang tadi semua plangnya banyak dari institusi di situ tidak hanya Kemenkeu yang mengelola aset negara, tapi ada simbol dari kepolisian, kejaksaan, Polhukam, ATR, Kemenkumham, ini bagus. Saya berharap sesudah ini tim BLBI melakukan pengamanan. Kalau di tempat lain mungkin perlu dibangun pagarnya supaya kelihatan dan jelas kepemilikan negara tersebut," tuturnya.

Sejumlah aset itu merupakan bagian dari 49 bidang tanah seluas 5.291.200 m2 yang dikuasai oleh negara hari ini. Berdasarkan rilis resmi Satgas BLBI, lebih rinci dijelaskan 44 bidang tanah seluas 251.992 m2 itu terletak di lokasi yang strategis dengan nilai tercatat pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.332.987.510.000,00

(dek/mae)