Anies Baswedan: Jakarta Bukan Hanya Ibu Kota Indonesia tapi ASEAN

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 18:22 WIB
Anies Baswedan (dok.istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok.istimewa)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginginkan eksistensi Jakarta sebagai pusat kegiatan kesenian Indonesia harus diperhitungkan di kancah internasional. Hal itu karena, kata Anies, Jakarta bukan hanya menjadi ibu kota di Republik Indonesia (RI) saja, akan tetapi sudah menjadi ibu kota di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

"Bahwa Jakarta ini bukan hanya kota pusat kegiatan perekonomian kegiatan pemerintahan di Indonesia, tapi Jakarta adalah pusat kegiatan kesenian Indonesia dan lebih penting lagi, kita ingin Jakarta diperhitungkan di dalam kancah internasional. Ini bukan hanya ibu kotanya Indonesia, ini adalah ibu kotanya ASEAN," kata Anies saat memberikan sambutan di acara Jakarta Biennale 2021: ESOK melalui siaran di kanal YouTube Jakarta Biennale seperti dikutip, Minggu (21/11/2021).

Anies menerangkan hal itu dibuktikan dengan adanya dua diplomat yang ditugaskan di Kedutaan-kedutaan besar di Jakarta. Tak hanya itu, bendera Indonesia dan bendera ASEAN juga terpampang di kedutaan besar di luar negeri.

"Datanglah ke kedutaan-kedutaan yang ada di Jakarta. Sekarang mayoritas punya dua duta, satu duta besar untuk Indonesia, satu duta besar untuk ASEAN. Begitu juga kalau kita datang kedutaan besar di luar, ada dua bendera di situ, satu adalah bendera Indonesia satu bendera ASEAN," ungkapnya.

Anies mengatakan karya-karya yang muncul di Jakarta bukan hanya untuk konsumsi nasional saja, akan tetapi juga sudah menjadi konsumsi internasional. Hal itu lah, kata Anies yang semakin menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota Internasional.

"Menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota Internasional dan karya-karya yang muncul di Jakarta bukan hanya untuk konsumsi warga Jakarta, tapi harus bisa jadi konsumsi nasional dan konsumsi Internasional," katanya.

Anies mengingatkan kepada seluruh warga Jakarta untuk juga menempatkan diri sebagai warga dunia. Karena saat ini, menurut Anies, kiprah warga Jakarta bukan hanya berputar di lingkup domestik saja, tapi kini sudah mendunia.

"Kami selalu menggarisbawahi setiap warga di Jakarta itu harus ingat, dia warga Jakarta, dia warga Indonesia dan dia warga dunia. Jadi ruang berkiprahnya bukan hanya untuk skup lokal dan domestik, tapi berkiprahnya skup global," tuturnya.

Simak juga 'Buruh Demo Lagi di Balai Kota DKI, Tuntut Anies Naikkan UMP 10%':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/imk)