Pemilik Untung Store Curiga Kurir Bawa Kabur MacBook Sindikat, Ini Alasannya

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 21 Nov 2021 12:28 WIB
Macbook Pro Touch
Mackbook Pro (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Pemilik toko Untung Store, Untung Putro, melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan oleh oknum kurir dari ojek online (ojol) ke polisi. Dia menduga kurir yang membawa kabur MacBook Pro seharga Rp 67 juta tersebut merupakan sindikat.

"Ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online," kata Untung saat dihubungi, Minggu (21/11/2021).

Dia mengatakan pelaku kerap menggonta-ganti akunnya saat melakukan aksi tersebut. Barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur memiliki nilai jual yang bervariasi.

"Yang terlapor sampai sekarang sudah 15 kali dengan orang yang sama dan nilainya fantastis pasti di atas Rp 10 juta. Ada yang Rp 23 juta, ada yang Rp 28 juta, Rp 40 juta. Saya mungkin salah satu yang paling gede ya Rp 67 juta di satu transaksi," jelasnya.

Kemudian, Untung menyebut pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai kurir ojek online.

"Jadi akun palsu, KTP palsu. Kalau nama di KTP Hendri Usman, cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapet foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut," ungkap Untung.

Dia sendiri pernah mengalami kejadian serupa sebanyak tiga kali. Pada saat itu, barang yang dibawa kabur juga bervariasi, seperti laptop dan handphone.

"Kalau ini menurut saya nggak bisa didiemin kalau beginian. Jadi lebih ke moral sih. Kalau untuk materiilnya kita udah diganti sama marketplace-nya," jelas Untung.

Kronologi Kejadian

Untung selaku pemilik dari Untung Store awalnya membeli MacBook Pro M11 seharga Rp 67 juta pada 12 November 2021 yang sedianya dikirim melalui kurir ojol. Namun, tunggu punya tunggu laptop keluaran Apple itu tak sampai ke tangannya.

"Harusnya sampai itu jam 5 atau 6 sore tapi barangnya kami tunggu sampai 23.30 WIB nggak sampai juga," kata Untung.

Singkatnya, Untung meminta pihak marketplace menginvestigasi masalah ini dan disimpulkan bila barang pesanannya hilang. Untung sendiri sempat mendapatkan identitas berupa KTP dari oknum kurir itu tetapi setelah dilacak ternyata orang tersebut tidak tinggal di alamat tersebut.

Untung pun menyebarkan informasi ini di media sosialnya. Setelah itu, ternyata banyak yang menghubungi Untung bahwa oknum kurir itu bermasalah.

"Setelah viral banyak yang hubungi saya, ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online," kata Untung.

Tak tinggal diam, Untung melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya. Dia berharap peristiwa ini bisa segera diusut polisi.

"Jadi akun yang dipakai itu beda-beda setiap melakukan modus kejahatan tersebut. Terus abis itu saya data orang-orang korban itu, abis itu saya baru kemarin sempat laporan ke Siber Polda Metro Jaya," kata Untung.

"Terus pagi ini baru BAP. Ya harapan saya segera ketangkep sih," imbuhnya.

Simak juga 'Penipuan EDC Cash, Member Dijanjikan Dapat Mobil hingga Umrah':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/isa)