Cerita Ibu Korban Pencabulan Pedagang Mainan di Muara Angke: Nggak Nyangka

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 17:56 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan anak (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Ibu salah satu korban pencabulan pedagang mainan di Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut), meminta pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya. Dia lalu menceritakan pengakuan lima anak yang menjadi korban pencabulan pria berinisial Y (55) tersebut.

"Harapan sih (pelaku) semoga bisa dihukum setimpalnya," kata salah satu ibu korban saat ditemui di kediamannya, Sabtu (20/11/2021).

Ibu korban mengatakan pelaku mencium dan menggerayangi bagian vital tubuh korban. Dia pun mengatakan berawal dari pengakuan satu anak, akhirnya orang tua kelima anak sepakat melaporkan kebejatan si pedagang mainan ke polisi.

"Awalnya sih belum pada ngaku, kan dari delapan anak nih biasanya kan pada mau kalau dikasih mainan sama pelaku. Nah, salah satunya ini udah nggak mau, karena, 'Nggak mau ah, kalau dikasih mainan nanti dipegang-pegang', gitu," kata si ibu menirukan pengakuan salah satu korban.

"Jadi dari satu anak ini ngasih tahu ke orang tua yang lainnya. Jadi makanya tahu. Jadi ditanyain deh anaknya, ternyata pada mengakui," tambahnya.

Ibu korban menyebut kejadian pencabulan itu tak dilakukan sekali. Sebelum pelaku diamankan polisi, ibu korban sempat menanyakan maksud perbuatan bejat itu kepada pelaku.

"Dia katanya sih, ngomongnya 'Saya nggak ada niat apa-apa'. Awalnya nggak mengakui saja," imbuhnya.

Ibu korban menyebut pelaku memang dekat dengan warga sekitar. Dia pun tak menyangka pelaku melakukan perbuatan cabul kepada anaknya.

"Sama aja sih memang. Pak Y memang kalau sama warga memang deket. Jadi ya awalnya sih nggak nyangka kalau dia kayak gitu," ungkap ibu salah satu korban ini.

Sebelumnya, polisi menangkap pedagang mainan di Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut), yang diduga mencabuli lima bocah. Polisi mengatakan pelaku berinisial S alias Y (55) masih irit bicara saat ditanyai.

"Yang bersangkutan sudah kita amankan, kita dalami. Secepatnya akan ditetapkan sebagai tersangka. Sebenarnya (pelaku) masih belum mau memberikan keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sang Ngurah Wiratama saat ditemui tadi pagi.

Selain memproses tindak pidana pencabulan, Wiratama menuturkan polisi memberikan pendampingan psikologi terhadap lima korban pencabulan pedagang mainan itu.

"Kita ambil tindakan ini karena ada beberapa yang mengalami trauma setelah tindak asusila," kata Wiratama.

Lihat juga Video: Pria di Tasik Cabuli Tetangganya, Sempat Jadi Bulan-bulanan Warga

[Gambas:Video 20detik]



(azh/aud)