Ma'ruf Amin Ungkap 2 Upaya Pemerintah Atasi Kemiskinan Ekstrem

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 21:41 WIB
Maruf Amin saat kunjungan kerja ke Sulawesi Utara
Ma'ruf Amin saat kunker ke Sulawesi Utara (Tiara Aliya/detikcom)
Manado -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia nol persen pada 2024 mendatang. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan kemiskinan tak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan pemberian bantuan sosial (bansos).

Ma'ruf awalnya menjelaskan, dalam memberantas kemiskinan di Tanah Air, perlu melalui dua upaya, yakni pemberdayaan masyarakat sekaligus pemberian bansos.

"Jadi, penanggulangan kemiskinan ini memang dua. Satu melalui bansos, dua melalui pemberdayaan. Jadi dua hal ini. Sebab, dengan bansos saja tidak akan menyelesaikan kemiskinan. Tapi memang survive. Tetapi untuk menghilangkan kemiskinan itu adalah pemberdayaan, penguatan," kata Ma'ruf saat melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Utara, Jumat (19/11/2021).

"Termasuk yang kita lakukan pada hari ini semua itu dalam rangka menghilangkan kemiskinan khususnya kemiskinan ekstrem," sambungnya.

Lebih lanjut Ma'ruf Amin memaparkan, pada tahun ini pemerintah berupaya menangani penduduk miskin di 35 kabupaten-kota di 7 provinsi. Sebab, tahun 2021 segera berakhir, saat ini pemerintah memberikan skema pemberian bansos senilai Rp 900 ribu selama 3 bulan.

"Jadi, kita berikan tiga bulan dari mulai Oktober, November, Desember, tiga bulan ini. Nah, paling akhir nanti tanggal 1 Desember [2021] itu sudah transfer per orang per bulan Rp 300 ribu, jadi Rp 900," jelasnya.

Ma'ruf menuturkan, angka Rp 900 ribu akan ditambah menjadi Rp 1,5 juta. Melalui upaya ini, diharapkan adanya pengurangan sebanyak 20% dari angka kemiskinan ekstrem di RI.

"Jumlahnya dari hasil penelusuran itu sekitar 900, tapi karena datanya masih belum valid betul maka kita tingkatkan menjadi 1,5 juta orang itu 20 persen dari jumlah kemiskinan ekstrem. Nah, melalui itu, saya kita cepat sekali akan disampaikan," sebutnya.

Sedangkan untuk tahun-tahun setelahnya, jangkauan penduduk akan diperluas di kabupaten kota lainnya. Melalui upaya ini, Ma'ruf Amin optimistis target kemiskinan ekstrem nol persen di tahun 2024 dapat terpenuhi.

"Untuk tahun 2022, sedang kita rancang cara-cara yang lebih efektif lagi. Sisanya itu kira-kira 212 kabupaten kota kita bagi 2022, 2023 dan sisanya di 2024," jelasnya.

"Nah, kita harapkan kita punya keyakinan untuk 2024 kemiskinan ekstrem nol persen. Jadi ada 35, kemudian 2022-nya sedang kita rumuskan, 2023, di 2024 nol persen," sambungnya.

(taa/lir)