Anggota DPRD Tanah Laut Kalsel yang Terjerat Kasus Sabu Divonis Bebas

Antara - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 12:44 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov
Banjarmasin -

SYA (26), oknum anggota DPRD Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang terjerat perkara 1,84 gram sabu-sabu, divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin.

"Hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap Terdakwa dalam perkara narkotika. Tapi untuk sajamnya terbukti, divonis 6 bulan 15 hari," terang juru bicara Pengadilan Negeri Banjarmasin Aris Bawono Langgeng, Rabu (17/11) seperti dilansir Antara, Jumat (19/11/2021).

Dia menjelaskan, jaksa penuntut umum (JPU) Nonie Ervina Rais tidak bisa membuktikan dakwaannya dengan alat bukti yang hanya satu orang saksi, yaitu MR (18), menyebut barang bukti milik terdakwa.

Sementara itu, ada empat orang saksi lainnya yang dihadirkan terdakwa meringankan. Salah satunya saksi HS (47), yang mencabut keterangan di BAP pada saat persidangan. Saat diperiksa penyidik, HS mengatakan sabu-sabu milik terdakwa, namun ketika di depan majelis hakim mengakui sabu-sabu miliknya, bukan terdakwa.

"Untuk menjatuhkan suatu putusan, diperlukan dua alat bukti dan keyakinan hakim. Meskipun dua alat bukti ada, kalau hakim tidak yakin, bisa saja bebas," jelas Aris.

Bahkan dari fakta hukum hasil tes urine terdakwa dinyatakan negatif mengandung narkoba. Karena itu, dikatakan Aris, majelis hakim yang diketuai Moh Fatkan serta hakim anggota Sutisna Sawati dan Putu Agus Wiranata punya pertimbangan juga terhadap hal tersebut.

Dalam persidangan, ada dakwaan alternatif dan kumulatif, yaitu Pasal 114 ayat 1 juncto Pasal 132 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di alternatifnya Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 dan keduanya Undang-Undang Darurat No 2 Tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam tanpa izin oleh terdakwa SYA.

Atas putusan bebas perkara narkotika tersebut, JPU menyatakan banding. Sedangkan terdakwa, menurut Aris, kini telah bebas berdasarkan pidana 6 bulan 15 hari dipotong masa tahanan sejak ditangkap pada 1 Mei 2021.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.