Said Aqil soal Mukmatar NU: Kami Akan Musyawarah, Rais Aam-Katib Aam-Sekjen

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 18 Nov 2021 22:20 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Said Aqil Siroj (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM level 3 di seluruh Indonesia menjelang libur Natal dan tahun baru, membuat gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ditunda. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menyebut jadwal Muktamar NU akan diputuskan dalam rapat terbatas bersama Rais Aam, Katib Aam dan Sekjen PBNU.

"Belum, belum ada. Terkait itu (menanggapi kebijakan pemerintah) kami akan rapatkan dulu. Kita musyawarahkan terbatas bersama Rais Aam, Katib Aam dan Sekjen," kata Said Aqil dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021) malam.

Gelaran Muktamar NU awalnya dijadwalkan pada 23-25 Desember 2021. Namun, kemungkinan pelaksanaan Muktamar NU itu kini kembali harus dibicarakan kembali menyusul kebijakan PPKM level 3.

"Prinsipnya kita menghormati keputusan pemerintah," kata Said Aqil.

Menurut Said, sebagaimana diktum putusan Konferensi Besar (Konbes) NU, rapat terbatas yang nantinya akan memutuskan perubahan waktu muktamar, manakala kondisi belum memungkinkan terkait perkembangan COVID-19. Saat ini muncul dua opsi, diundur atau dimajukan.

"(Soal masa khidmat) Tidak ada masalah. Putusan konbes mengatakan masa khidmat PBNU berlaku sampai terlaksananya Muktamar ke-34. Jelas ya," ujarnya.

Seperti diketahui, PBNU bakal menunda penyelenggaraan Muktamar NU, yang rencananya digelar pada Desember 2021. Rencana penerapan PPKM level 3 se-Indonesia oleh pemerintah menjadi alasan utama Muktamar NU ditunda.

"Maka, dalam konteks itu, PBNU nanti akan memutuskan kapan, kapan, meskipun sudah aspirasi yang menyampaikan aspirasi bahwa mundur bertepatan dengan hari baik, yaitu tanggal 31 Januari 2022, di mana bertepatan dengan harlah NU," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini saat dihubungi, Kamis (18/11).

(maa/zak)